Yesus Melihat Hati


IMG_0895Lukas 23:39-43 (TB)

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Cerita ilustrasi:
Ada seorang pemuda yang sedang kuliah di luar kota. Suatu ketika pemuda tersebut dalam perjalanannya pulang dari kampus ke tempat kosnya, tiba-tiba karena hilang fokus akhirnya pemuda tersebut menabrak pagar sebuah rumah sangat keras hingga pemuda tersebut terlempar. Orang-orang di sekitarnya kemudian berkumpul dan melihat kondisi pemuda tersebut. Terlihat luka-luka ringan di badannya, pemuda itu pun bangun, bersamaan dengan itu agak terasa sakit di dadanya. Seorang ibu bertanya kepada pemuda tersebut apakah ada yang sakit? Apakah butuh dibawa ke dokter? Pemuda tersebut terlanjur malu karena kesalahannya sendiri ia menabrak pagar rumah, ia pun mengatakan bahwa kondisinya tidak apa-apa dan sehat-sehat saja. Kemudian pemuda itu kembali ke kosnya. Sesampainya di kos teman-teman di kosnya menanyakan tentang kecelakaan yang terjadi karena melihat luka-luka di tubuh pemuda tersebut, mereka pun menanyakan hal yang sama, apakah butuh dibawa ke dokter tetap kembali lagi pemuda tersebut menolaknya dan mengatakan bahwa nanti akan sembuh dengan sendirinya walaupun ia merasa bahwa dadanya agak sakit. Setelah itu pemuda tesebut melanjutkan aktivitasnya di kos dan kemudian beristirahat dan tidur dan tidak bangun bangun lagi. Diketahui setelahnya bahwa benturan akibat tabrakan tersebut membuat bagian dalam dadanya bengkak sehingga jantungnya mengalami gangguan.

Apa pelajaran dari ilustrasi tersebut?
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK SAKIT
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK BUTUH PERTOLONGAN
– MENGGAMPANGKAN HAL-HAL YANG PETING
– SAMPAI AKHIRNYA SAKITNYA BERAKIBAT KEMATIAN

Sangat berbahaya jika seseorang tidak sadar akan sakit yang dideritanya. Walaupun sudah banyak orang-orang memberitahu serta menawarkan pertolongan, tetapi tetap saja merasa dirinya tidak sakit dan tidak membutuhkan pertolongan, sampai akhirnya sakit tersebut mengakibatkan kematian.
Sama halnya dengan manusia, seringkali merasa bahwa tidak ada yang salah dengan diri sendiri, merasa tidak berdosa, ditegur orang lain, tetapi tetap keras kepala dan mengatakan tidak ada yang salah dan tidak butuh pertolongan, sampai akhirnya dosa tersebut mengakibatkan kematian ataupun dibawa terus sampai mati.

Masuk ke pembacaan Alkitab minggu ini….

Kita bahas dulu Penjahat 1

—–Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”—–

– TIDAK YAKIN BAHWA YANG DISALIBKAN ITU ADALAH KRISTUS
– MENYURUH YESUS UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA DENGAN MENGHAPUSKAN HUKUMAN

Bagaimana? Apakah kita seperti orang pertama ini?
Saat kita tidak belajar –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, tunjukan mujizat-Mu sehingga aku bisa naik kelas”
Saat kita ketauan nyontek –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, jangan sampai aku dapat hukuman dari guru”
Saat kita ketangkap polisi karena mengendarai motor tanpa helm –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, biarlah jangan sampai polisi tersebut menilang”
Seberapa sering kita ingin melepaskan diri dari hukuman atas dosa kita dan menggunakan Yesus?
Seberapa sering kita menantang-Nya untuk membuktikan kemahakuasaan-Nya untuk melepaskan dari hukuman atas dosa kita?
Seberapa sering kita “menyuruh” Yesus?

Kemudian kita bahas PENJAHAT 2

—–Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

– MEMPOSISIKAN DIRINYA SEBAGAI ORANG BERDOSA
– YAKIN KALAU YESUS AKAN DATANG SEBAGAI RAJA
– MENYERAHKAN SEGALA SESUATUNYA KEPADA YESUS

Mungkin kalau aku bahasakan dalam bahasa sehari-hari kurang lebih perkataan dari orang ke dua adalah seperti ini…
“Tuhan, aku bersalah, aku melakukan hal-hal berdosa, aku melakukan hal-hal yang tidak Engkau kehendaki, aku sadar dan siap untuk menerima atas hukuman dan akibatnya, tetapi Tuhan, ingatlah akan aku, ampuni dosaku, dan bila memang aku harus menjalani hukuman serta akibat, hadirlah bersama aku.” Mungkin itulah kurang lebih pembahasaannya.

Dua orang penjahat
Mendapatkan hukuman yang sama
Memiliki waktu sisa hidup yang hampir sama
Memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dengan Yesus
Tetapi memiliki hati yang berbeda

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sadar bahwa kita adalah orang yang berdosa?
Apakah kita mau “lari” dari hukuman serta akibat dari dosa yang kita lakukan dengan “menyuruh” Tuhan menunjukan mujizatnya?
Atau Apakah kita tetap bersedia menerima konsekwensi atas dosa-dosa kita tersebut dengan berharap bahwa Allah akan bersama ketika menjalani konsekwensinya?

“KITA HARUS SADAR BAHWA KITA ADALAH MANUSIA BERDOSA DAN BUTUH PERTOLONGAN YESUS”

—–Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”—–

– YESUS MELIHAT IMAN PERCAYA
– YESUS MELIHAT HATI SAAT INI DAN BUKAN MASA LALU
– YESUS MEMBERIKAN JANJI KESELAMATAN

Ini adalah respon Yesus kepada PENJAHAT 2 yang meminta diri-Nya agar mengingat orang ke dua tersebut. Setelah sebelumnya kita belajar dari bagaimana Yesus memberikan pengampunan serta mendoakan orang-orang yang berdosa, kita diberikan lagi informasi bagaimana Yesus kembali menunjukan kasih-Nya dengan berjanji kepada orang ke dua tersebut. Dalam kondisi fisik yang sangat-sangat sakit, Yesus melihat adanya perubahan hati dari PENJAHAT 2 tersebut, dan oleh karena itu Yesus memberikan janji kepada PENJAHAT 2 tersebut. Yesus memberikan suatu pernyataan kepada PENJAHAT 2 tersebut yang sudah memberikan pengakuan mengenai Yesus yang akan menjadi Sang Raja bahwa ia akan bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus.

Sebentar… Bersama Yesus? Di dalam Firdaus? Secepat itu? Semudah itu?
Dalam konteks cerita inilah kita bisa melihat implementasi dari suatu kasih karunia, seperti yang tertulis berikut ini…

—–Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.—–

Benar, bukan karena hasil usaha, bukan karena banyaknya perbuatan baik yang dilakukan selama hidup di dunia ini, tetapi karena ini pemberian Allah.

—–Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.-

—–Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.—–

—–Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.—–

Cerita ilustrasi:
Kasih karunia itu seperti saat kita memiliki uang Rp. 25.000,- dan ada mobil yang kita butuhkan dengan nilai Rp. 150.000.000,-. Kita tidak bisa membeli mobil tersebut dengan uang Rp. 25.000,- yang kita miliki, tetapi kemudian Tuhan datang dengan Rp. 150.000.000,- untuk membayar mobil tersebut agar dapat kita gunakan. Uang Rp. 25.000,- yang kita miliki kemudian digunakan untuk membeli pewangi mobil agar aroma di dalam mobil lebih harum. Apakah kita berhak untuk mengatakan bahwa mobil tersebut adalah hasil kerja keras kita?

MELALUI YESUSLAH KITA MENERIMA PENGAMPUNAN DARI ALLAH BAPA, ITU ADALAH KASIH KARUNIA-NYA, DAN BUKAN HASIL DARI PERBUATAN KITA

—–Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

Hal menarik lainnya adalah bagaimana orang ke dua tersebut melihat Yesus menunjukan kasih-Nya dengan berdoa memohon kepada Allah untuk pengampunan dosa mereka. Melalui hal tersebut orang ke dua bisa mengenal siapa Yesus serta bagaimana kasih-Nya sehingga ia bisa berseru kepada Yesus “Yesus, ingatlah akan aku”.
Kita sebagai yang sudah diselamatkan, adalah tugas kita untuk bisa berbuat kasih sehingga akan banyak orang-orang yang berseru “Yesus, ingatlah akan aku”, percaya serta memberikan dirinya kepada Yesus.

—–Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”—–

SEBAGAI ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN, KITA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK HIDUP DENGAN KASIH DAN DALAM KEBENARAN AGAR ORANG LAIN BISA MENGENAL YESUS KRISTUS DAN PERCAYA JUGA KEPADA-NYA

“Menjadi seorang Kristen”
Bukan MENGASIHI AGAR DIKASIHI tetapi DIKASIHI TUHAN UNTUK MENGASIHI SESAMA
Bukan MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI PERBUATAN BAIK tetapi MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI KASIH KARUNIA ALLAH
Bukan MENGEKSKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN tetapi MENGINKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN
Bukan MENUNJUKKAN DIRI SEBAGAI ORANG DENGAN IMAN PERCAYA PALING BENAR tetapi MENUNJUKAN BAHWAYESUSLAH KEBENARAN YANG MENJADI DASAR IMAN PERCAYA

Tuhan Yesus memberkati!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s