Notes – Berkat


Salah satu broadcast message masuk ke ponsel di pagi hari, kurang lebih isinya seperti ini…

“Jangan khawatir dengan berkat yang belum kita terima. Khawatirlah dengan berkat yang sudah kita terima tetapi belum disyukuri.”

Berharap mendapatkan berkat mungkin tidak salah.. Tetapi kalau fokus kita lebih ke harapan akan berkat yang akan kita terima maka kita pun akan kehabisan waktu untuk mensyukuri berkat yang sudah kita terima.

Seringkah kita setelah menerima berkat dan langsung berharap bahwa berkat akan lebih banyak di kemudian hari tanpa kita mengucap syukur?

Simple saja, apakah kita menyempatkan berdoa dan mengucap syukur bahwa gaji bulanan kita masuk setiap akhir bulan? Atau kita sudah menjadi terbiasa dengan gaji yang masuk tersebut sehingga itu adalah rutinitas yang sudah seharusnya terjadi?

Saya pun masih jauh dari sempurna, lebih sering mengatur target yang baru untuk mendapatkan berkat yang lebih banyak, dan kurang menganggap bahwa berkat yang rutin bukanlah suatu berkat yang perlu disyukuri. Tapi tulisan di atas kembali mengingatkan, bahwa masih ada waktu untuk berubah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s