#MovieReview – Love, Rosie


Love,_Rosie_(film)_UK_poster

Film dengan kategori drama-komedi-romantis ini menjadi salah satu film favorit gw di kategori ini. Love, Rosie, merupakan adaptasi novel dengan judul Where Rainbows End yang ditulis oleh Cecelia Ahern, nah.. sebagai catatan aja, Cecelia Ahern juga penulis P.S. I Love You yang sempat masuk box office beberapa tahun yang lalu dengan Butler, Swank, Kudrow, dan Dean Morgan sebagai pendukungnya. Walaupun kali ini tidak dengan list pemeran yang terkenal tapi setidaknya model cerita yang dibangun mulai dapat dibayangkan tanpa membaca novelnya.

Dari sisi pemeran memang hanya ada dua pemeran utama yang cukup terkenal, Lily Collins (The Blind Side, Mirror Mirror, Abduction, dan Mortal Instruments) dan Sam Claflin (Pirates of The Carribean, The Hunger Games, dan Snow White and The Huntsman). Collins dan Claflin memerankan Rosie dan Alex dua orang yang berteman baik sejak kecil hingga beranjak dewasa. Collins dengan keluguannya serta Claflin dengan kecuekannya berhasil membuat gw dan istri beberapa kali tersenyum dalam beberapa scene.

Plot cerita sebenarnya cukup simple dan banyak yang sejenis, mungkin gw bisa bilang rada-rada mirip dengan Love Me if You Dare, bercerita tentang dua anak kecil, cewe dan cowo yang berteman dari kecil hingga beranjak dewasa dengan tetap memendam perasaan antara satu dengan yang lainnya. Yang menyenangkan dari film ini adalah alur cerita yang agak sulit ditebak, penonton awalnya disuguhkan dengan plot waktu saat ini ketika Rosie ingin memberikan kata sambutan dalam sebuah pernikahan… lalu penonton diajak mundur 12 tahun ke belakang yang bercerita masa kecilnya, berlanjut terus hingga kembali ke tahun sekarang saat keduanya sudah dewasa. Sepertinya memang sengaja dibuat untuk membiarkan rasa penasaran penonton tetap terjaga. Menunggu, kecewa, berharap, menunggu, kecewa, berharap… Kurang lebih seperti itu deh :D. Christian Ditter sang sutradara menurut gw berhasail menjaga flow cerita dalam film ini.

Hal lain yang menarik dari film ini adalah setting lokasinya. Kenapa menarik? Mungkin karena lokasinya di Dublin, rasa Eropanya berasa banget, apalagi bukan di tengah kota. Color tone dalam film ini juga menyejukan mata dan tidak terlalu kontras sehingga mata tidak terlalu capai.

Yang cukup mengecewakan mungkin distribusi dari film ini. Film ini memang tidak sampai masuk bioskop, tidak mengerti juga pakaah film ini memang hanya sampai level festival saja atau memang dirasa gagal dari sisis contentnya. Mungkin salah satu kenapa tidak bisa sampai masuk ke bioskop karena beberapa kontennya yang hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa, walaupun tidak ada nudity ataupun sex scene.

Overall gw dan istri seneng dengan film ini dari banyak hal, karena udah cukup lama ngga nonton film drama komedi romantis yang tidak terlalu ringan dan juga tidak terlalu berat, bahasa awamnya easy watching dan pas lah.

Enjoy the movie then!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s