#MovieReview – Maleficent


Maleficent_posterMenurut gw ini adalah satu film yang terbaik tahun 2014 dari sisi nilai-nilai yang dapat diambil. Disney berhasil mengubah sesosok Maleficent yang sudah diasosiasikan puluhan tahun sebagai sosok yang jahat menjadi sosok yang humanis. Keseluruhan film ini dibungkus bagus, castnya oke mengingat ada Angelina Jolie yang meyakinkan untuk menjadi Maleficent, sementara Aurora dimainkan oleh Elle Fanning, adik Dakota Fanning. Sebagai director adalah Robert Stromberg yang merupakan debutan walaupun sudah pernah bergabung dalam film-film besar seperti Avatar, Alice in Wonderland, dan Oz The Great and Powerful.

Cerita berawal dari Maleficent yang merupakan peri di Moors berkenalan dengan Stefan yang merupakan manusia berasal dari kerajaan di dekat Moors. Mereka berdua membina pertemanan yang kemudian berkelanjutan menjadi cinta. Tetapi Stefan dalam upayanya untuk menjadi raja mulai meninggalkan Maleficent. Berjalan dengan waktu, raja yang tidak berhasil untuk menguasai Moors menjanjikan kepada yang bisa mengalahkan Maleficent akan diangkat menjadi reja penerus. Stefan yang menyadari bahwa memiliki keunggulan pun langsung bereaksi untuk membunuh Maleficent. Karena tidak tega, akhirnya Stefan pun hanya memotong sayap yang dimiliki Maleficent. Maleficent pun terluka secara fisik, serta tidak memiliki kemampuan lagi untuk terbang. Rasa tersakiti tersebut akhirnya menjadikan Maleficent memiliki rasa dendam kepada manusia.

Maleficent pun akhirnya mengutuk Aurora, anak Raja Stefan bahwa ia akan tertidur pada umurnya yang ke 16 karena terkena jamur pintal. Raja Stefan pun akhirnya menghancurkan seluruh alat pintal di negeri tersebut dan mengirimkan Aurora untuk dirawat oleh tiga peri di sebuah desa. Ternyata Maleficent tidak tinggal diam, ia pun memperhatikan terus Aurora yang dirawat oleh ketiga peri tersebut. Walaupun memiliki perasaan dendam terhadap ayahnya, Maleficent tidak berniat untuk membunuh Aurora. Ia ingin melihat Aurora tumbuh dan mengalami kutukan tersebut.

Perlahan rasa benci terhadap Aurora mulai berubah. Aurora yang polos menyadari bahwa Maleficent selalu memperhatikannya, bahkan menganggap Maleficent sebagai perinya. Maleficent yang berupaya untuk keras pun tidak bisa terus mengeraskan hatinya.  Sampai pada si suatu titik rasa benci itu menjadi kasih, Maleficent pun berusaha untuk menarik kutukan tersebut tetapi tidak bisa. Pada ulang tahunnya Aurora ingin meminta ijin tinggal di Moors kepada tiga peri yang merawatnya, tetapi tanpa disadari Aurora mendapat berita bahwa ayahnya masih hidup dan Maleficent merupakan peri yang memberikan kutukan tersebut. Aurora marah kepada Maleficent yang pergi ke ayahnya.

Bukannya senang karena bertemu dengan anaknya, Raja Stefan malah mengurung Aurora karena merasa bahwa ini belum waktunya untuk Aurora hadir di istana. Cerita pun berlanjut kepada upaya Maleficent untuk membebaskan Aurora serta bertarung melawan Raja stefan.

Secara keseluruhan cerita ini memiliki banyak hal yang dapat dipelajari, diantaranya:

1. Benci yang diakibatkan pengkhianatan

2. Kerakusan manusia dan obsesinya

3. Kasih yang mengatasi kebencian

Film ini merupakan film layak tonton untuk anak-anak maupun remaja. Cukup aman dan dapat memberikan pelajaran-pelajaran penting dalam kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s