#Other – Are You Faithful Enough for God’s Plan?


Pernah ngga kita bertanya ke diri kita sendiri, apakah kita sudah setia terhadap rencana Tuhan di dalam kehidupan kita? Mungkin pernah, mungkin tidak… tulisan hari ini sebenarnya adalah pandangan pribadi gw terhadap kesetiaan diri gw terhadap rencana Tuhan.

#1

APA RENCANA TUHAN DI DALAM HIDUP KITA?

Apakah masing-masing dari kita sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut? Kadang kita mengatakan bahwa kita setiap terhadap rencana Tuhan, tetapi dasarnya… Rencana Tuhan terhadap diri kita juga kita masih belum tau. Kita sebagai makhluk yang diciptakan sudah seharusnya menanyakan kepada Allah yang menciptakan (Kol 1:16), “Tuhan, apakah rencana-Mu di dalam hidup ku?” Seberapa sering kita bertanya hal tersebut kepada Tuhan? Apakah kita lebih sering memaksakan rencana diri kita sendiri dalam kehidupan kita. Ingin jadi orang sukses, jadi orang kaya, punya bisnis bagus, jadi direktur, jadi pemain musik yang terkenal, dan rencana-rencana lainnya.

Tuhan memiliki rencana-rencana spesifik dalam hidup setiap orang. Tidak semua orang akan berada di tingkat tertinggi dalam perusahaan. Tidak semua orang akan memiliki bisnis yang untuk jutaan atau pun miliaran rupiah. Apa yang dirasa pencapaian terbaik manusia belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan. Ambil saja contoh anggap saja diri kita adalah smartphone, ingin jadi brand smart phone merek apakah kita? Samsung? Iphone? Ingat bahwa ada brand-brand lainnya seperti Nexian, Andromax, K Touch, Cross yang sering kita lupakan, tetapi mereka punya tujuan, fungsi serta market sendiri. Semuanya punya purpose sebagai alat komunikasi serta memudahkan manusia, tetapi punya segmennya masing-masing.

Tanya kepada Allah apa rencana-Nya dalam hidup kita. Kalaupun kita masih belum mendapat jawabannya, kita bisa membaca buku manual penciptaan kita yaitu Firman Tuhan. Sering-sering baca Firman Tuhan bisa mendapatkan gambaran mengenai peranana Allah dalam kehidupan manusia berdasarkan sejarah peran serta Allah dari penciptaan manusia. —> DEFINE GOD’S PLAN

 

#2

BAGAIMANA KITA BISA TAU BAHWA KITA SUDAH SETIA TERHADAP JANJI TUHAN?

Setelah kita tau mengenai rencana Tuhan dalam hidup kita, kemudian kita muai bertanya, bagaimana kita bisa tau bahwa kita setia atau tidak. Perumpamaan kesetiaan sebenarnya bisa dilihat melalui banyak hal, diantanya dalam hubungan berbeda jenis, mau itu pacaran ataupun sudah menikah. Dalam survey yang pernah gw tanyakan kepada orang yang pacaran dan menikah, “Artinya setia dalam hubungan kamu apa?” umumnya orang-orang akan menjawab “tidak selingkuh”, “melihat pasangan lain”, “tidak mendua”… tidak.. tidak.. tidak… apakah benar makna kesetiaan hanya sebatas tidak… tidak… dan tidak…? Kesetiaan tidak hanya bersifat pasif. Apakah hubungan yang sehat hanya berdasarkan sesuatu yang pasif?

Hubungan harus dibangun oleh sesuatu yang aktif. Dalam hubungan pacaran maupun menikah tidak bisa hanya pasif saja, kita harus memiliki kesetiaan dalam saling melengkapi, kesetiaan pada saat membesarkan anak, kesetiaan dan support dalam waktu yang susah, kesetiaan untuk melakukan hal-hal yang disenangi bersama-sama. Inilah kesetiaan dalam bentuk aktif.

Dalam hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita masih bersikap pasif atau sudah aktif?

Apakah cukup kita berkata dalam hati bahwa kita percaya kepada Tuhan dan kita setia kepada-Nya? Apakah hubugan kita ingin dibangun dalam kepasifan?

Berapa sering kita aktif untuk menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah? Berapa sering kita aktif untuk membaca Firman Tuhan? Berapa sering kita mau melihat kepada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan? Jadilah aktif. Tentukan hubungan kesetiaan diri kita masing-masing ingin dibawa ke mana? Apakah kita ingin menjadi orang percaya yang kesehariannya hanya “duduk diam” saja? Ingat dan layanilah dengan setia (1 Sam 12:24)  —> SETIA BUKAN SESUATU YANG PASIF MELAINKAN SESUATU YANG AKTIF

 

#3

APA KUNCI KESETIAAN KEPADA TUHAN?

Bayangkan kesetiaan kita kepada Tuhan adalah lomba lari marathon, dan titik finish adalah akhir hidup kita. Tidak mudah untuk menyelesaikan lomba lari marathon. Orang biasa belum tentu bisa, oleh karena itu perlu adanya persiapan yang matang. Perlu dari masing-masing mengetahui kemampuannya, membekalinya akan siap untuk lari tersebut. Selain persiapan fisik, persiapan mental juga dibutuhkan, keinginan untuk mencapai garis finish harus dimasukan ke dalam pikiran, sehingga bila terhenti di pertengahan jalan kita bisa mengingat kembali tujuan kita adalah untuk menyelesaikan lomba ini.

Sama dengan kesetiaan kita pada Tuhan, tidak selamanya segala sesuatu sesuai dengan rencana kita, ada kebahagiaan ada pula kekecewaan, tetapi kita hanya menjalaninya dengan tetap terfokus kepada renana Tuhan dalam kehidupan kita. Ketekunan adalah kunci untuk menjalani rencana Tuhan dalam hidup kita dengan setia. Ketika bahagia kita tekun, ketika kita mengalami kekecewaan kita tetap tekun untuk bangkit dan kembali melanjutkan perjalanan. Tekun lah untuk berlatih, tekunlan untuk menyemangati diri sendiri, tekunlah dalam berdoa kepada Tuhan, tekunlah dalam membaca Firman Tuhan, Tekunlah dalam berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita sampai pada akhirnya kita bisa mendapatkan apa janji Tuhan mengenai rencana Tuhan dalam hidup kita (Ibr 10:36) —> MILIKILAH KETEKUNAN

 

 

Tiga hal ini menjadi poin penting dalam hidup gw untuk membantu mengingatkan gw apakah sudah setia terhadap rencana Tuhan atau belum, mungkin bisa terpakai untuk orang lain, mungkin juga tidak bisa… Tetapi di atas semuanya itu, tetap jadikan Tuhan sebagai fokus hidup karena  Dia lah yang menciptakan kita. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s