#Notes – We Make People Fly


Lampu mulai digelapkan, tanda pesawat sudah mau mendarat. Captain pun udah memberikan kode landing position.

Pemandangan di luar gelap, hanya terlihat titik-titik kecil yang menandakan kehidupan yang berada di bawah.

Pesawat mulai turun perlahan, titik-titik tersebut mulai kelihatan lebih jelas dan dekat, tetapi sebentar-sebentar hilang tertutup awan.

Sudah semakin jelas bangunan-bangunan yang ada di bawah. Mulai bernafas lega. Tetapi kemudian…

Pesawat membuat manuver ke atas yang cukup tinggi. hingga 30 detik – 1 menit. Kemudian mulai stabil kembali.

Perlahan pesawat mencoba kembali untuk mendarat. Kali ini menembus awas cukup gelap.

Terlihat kilatan sebentar-sebentar di jendela walaupun tidak ada hujan.

Pesawat kembali turun perlahan. Titik-titik mulai terlihat kembali.

Sudah semakin jelas titik-titik tersebut. Dan sudah lebih dekat dari yang sebelumnya…

Sekali lagi pesawat menanjak tajam ke atas seperti sebelumnya. Kali ini orang-orang di sekitar sudah mulai gelisah.

Dua kali percobaan tersebut menghabiskan waktu sampai 15-20 menit.

Suara Captain pun terdengar setelah pesawat stabil di atas. Setelah dua kali mencoba Captain memutuskan untuk menggagalkan dahulu upaya landing.

Captain akan mencoba mendaratkan kembali setelah 15 menit.

15 menit di atas terasa sangat lama. Rasa gelisah pun muncul. Seluruh penumpang pun terdiam, tidak ada komentar sama sekali.

Belum sampai 15 menit pesawat mulai mengambil posisi untuk turun kembali. Kalau sampai upaya kali ini tidak berhasil, mungkin pesawat harus di daratkan di bandara lain.

Kembali pesawat masuk ke dalam gumpalan awan, disertai dengan kilatan cahaya.

Pesawat turun terus… terus.. sampai mulai dekata dengan perumahan dan gedung-gedung di sekitarnya.

Lampu-lampu runway pun mulai terlihat, pesawat mulai menyentuh landasan.

Pendaratan yang sempurna untuk pengalaman menegangkan di atas udara.

Thanks Capt. Ebenhaezer. 🙂

Sebagai info saja memang Sam Ratulangi hanya memiliki panjang runway 2.650 km mirip dengan Ahmad Yani 2.680 km atau Adi Sucipto 2.240 km, dan lebih kecil dibandingkan dengan Polonia 3.000 km dan 3.865 km, mungkin hal ini yang menyulitkan pesawat untuk landing dalam kondisi cuaca berawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s