#MovieReview – Prometheus


Seperti biasa, sebelum gw dan istri menghabiskan waktu untuk nonton di bioskop, pasti diawali dengan screening dulu, baik lewat imdb.com atau rottentomatoes.com. Tiga pilihan yang muncul, Prometheus, Madagascar 3, atau Man in Black 3 (hehehe… Iya, emang gw telat banget untuk yang MIB3). Score paling tinggi di Prometheus dengan angka 7.7, sementara yang lainnya juga ada di atas 7.

Setelah gw sampe di Blitzmegaplex Teraskota sekitar jam 8an lewat, gw harus ngurus dulu Blitzcard yang ilang. Film terakhir yang gw tonton adalah The Avengers di awal Mei kemarin. Sejak itu gw blum sempet ngambil lagi di Blitzmegaplex Teraskota. Dan percaya atau ngga. 🙂 Kartu itu masih disimpa oleh pihak Blitzmegaplex. Terima kasih untuk Mas dan Mba yang udah berusaha membantu gw untuk mencari kartu gw yang ilang itu. 😀 Yeay!

Prometheus

Prometheus

Uploaded with ImageShack.us
Kembali ke film, setelah urusan Blitzcard kelar, gw langsung beli tiket untuk nonton Prometheus dalam format 3D. Yah itung-itung bukan weekend, jadi ngga begitu mahal. Walaupun ini diluar normal gw untuk noton film format 3D yang masih belum gw baca lengkap reviewnya.

Dengan poster yang nunjukin patung dengan wajah manusia, anggapan gw film ini akan bercerita banyak tentang ancient artifact. Tapi ternyata ngga seperti yang gw bayangkan.

Film bermula dengan pemandangan helicopter view ke suatu area yang menurut gw eksekusi filmnya sangat bagus dalam format 3D. Setelah itu muncul makhluk yang menyerupai manusia berjalan dekat dengan air terjun. Ngga lama kemudian makhluk tersebut minum suatu cairan yang akhirnya membuat tubuhnya terurai dan jatuh ke arus air terjun.

Cerita kemudian lompat ke dua orang peneliti Shawa dan Holloway yang berhasil menemukan sebuah gua yang dipenuhi tulisan jaman dahulu yang dapat diartikan sebuah kode tentang pencipta yang mengundang orang yang membacanya.

Tak lama kemudian cerita langsung lompat ke sebuah pesawat luar angkasa yang sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Pesawat tersebut lah yang dinamakan Prometheus. Dengan diisi dengan belasan orang yang ditidurkan serta sebuah robot, pesawat tersebut menjelajah ke galaksi yang dipercaya merupakan galaksi di mana pencipta manusia berada. David, robot manusia yang mengoperasikan perjalanan tersebut kemudian membangunkan satu per satu anggota tim yang ada.

Perjalanan kemudian berlanjut dengan mendaratnya pesawat tersebut pada daratan di sebuah planet. Beberapa tim pun kemudian turun untuk melakukan pengecekan terhadap sebuah struktur bangunan yang cukup besar. Shaw, Holloway, David dan beberapa anggota tim berhasil menemukan sebuah ruangan dengan artifak berbentuk kepala, selain itu, mereka juga menemukan sebuah tubuh makhluk luar angkasa. Saat mereka sedang melakukan penelitian, badai datang. Seluruh anggota tim kemudian kembali ke pesawat, tetapi teryata ada dua orang anggota tim yang tertinggal dan harus menunggu badai selesai baru bisa kembali ke pesawat.

Di sinilah dimulai teror teror yang dilakukan oleh organik-organik yang hidup di gua tersebut. Dua orang anggota tim tersebut diserang dan dibunuh oleh makhluk yang menyerupai ular. David yang berhasil membawa sebuah tabung ke dalam pesawat mengambil sample cairan yang ada di tabung tersebut dan diberikan kepada Holloway melalui minuman. Setelah pagi, seluruhtim tanpa mengetahui keadaan dua orang yang tertinggal kembali lagi ke gua tersebut. Holloway pun ternyata mulai terinfeksi dengan cairan yang diberikan oleh David. Holloway pun mulai merasa sakit.

Akhirnya seluruh tim menemukan salah satu anggota tim dalam keadaan mati dan kembali bergegas ke dalam pesawat dengan membawa Holloway yang sedang sakit. Di depan pesawat, Vickers yang merupakan pemimipin ekspedisi ini tidak memperbolehkan Holloway masuk karena sudah terinfeksi. Akhirnya Vickers pun membunuh Holloway dengan menggunakan senjata pembakar.

Sementara seluruh tim sudah balik, ternyata David masuk lebih dalam lagi di gua tersebut. Dan menemukan suatu ruangan di mana pencipta berada. David punkemudian mencoba merekam projektor pergerakan yang muncul. Shaw yang pingsan karena Holloway baru saja dibunuh terbangun dengan David yang sedang melakukan observasi dalam dirinya. David pun mengatakan bahwa Shaw sedang hamil 3 bulan, dan ini bukan merupakan hal normal karena besar kemungkinan ini adalah organik luar angkasa yang diberikan oleh Holloway yang sempat berhubungan badan semalam.

Shaw pun berupaya untuk mengeluarkan makhluk dalam perutnya tersebut. Shaw melarikan diri ke dalam sebuah ruangan di dalam pesawat dan masuk dalam sebuah mesin yang dapat melakukan tindak operasi sendiri. Shaw pun berhasil mensterilkan makhluk tersebut dalam ruang operasi. Dalam upayanya melarikan diri, Shaw malah masuk ke dalam sebuah ruangan dimana David berada bersama dengan Peter Weyland, yang merupakan penyandang dana untuk ekspedisi ini. Weyland pun menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan dalam rangka bertemu dengan pencipta dan mencari kekekalan. Ini pun disupport oleh David yang mengatakan bahwa salah satu dari pencipta masih hidup.

Perjalanan kembali ke gua pun dilakukan. Weyland dibawa ke dalam gua tersebut dan dengan dipandu oleh David, salah satu pencipta dibangunkan untuk diajak berbicara. Makhluk tersebut kemudian bangun dan menyerang dan membunuh orang-orang di ruangan tersebut. Shaw kemudian melarikan diri kembali ke pesawat.

Shaw pun menjelaskan kepada Vickers dan kapten. Vickers pun memutuskan untuk kembali ke bumi dan menyelesaikan ekspedisi ini. Tetapi kemudian Shaw pun menjelaskan bahwa makhluk yang berada di dalam gua tersebut memiliki rencana untuk ke bumi dan membawa organik-organik tersebut untuk membunuh manusia. Berbarengan dengan itu pesawat luang angkasa mulai muncul dari dalam tanah. Kapten pesawat yang melihat dan mendengar cerita Shaw memutuskan untuk menabrakan pesawatnya ke pesawat luar angkasa untuk mencegah penyerangan terhadap bumi. Vickers yang berada dalam pesawat memutuskan untuk keluar dari pesawat tersebut dan menyelamatkan diri.

Pesawat itu pun akhirnya saling bertabrakan dan penyerangan terhadap bumi tidak terjadi. Vickers yang berhasil keluardari pesawat ternyata tetap mati karena terkena serpihan dari pesawat yang hancur. Shaw sebagai satu-satunya yang selamat mencoba kembali ke dalam pesawat. Tiba-tiba ada komunikasi ke Shaw, David masih hidup walaupun kepalanya terpisah dari tubuhnya. Shaw yang kembali ke pesawat menemukan bahwa makhluk yang tertinggal dalam ruangan di mana dia dioperasi masih hidup dan semakin besar. Berbarengan dengan hal tersebut ternyata makhluk luar angkasa yang berasal dari gua masih hidup. Shaw pun berusaha untuk melawan dan berhasil membuka pintu untuk mengeluarkan mahkluk dalam perutnya yang sudah besar untuk melawan makhluk dari dalam gua. Keduanya pun akhirnya mati.

David kembali berkomunikasi dengan Shaw dan mengatakan bahwa pesawat tersebut tidak hanya ada satu, tetapi ada pesawat lainnya. Shaw pun memutuskan untuk menjemput David untuk melakukan perjalanan kembali, bukan untuk kembali ke bumi, tetapi untuk mencari asalnya pencipta. scene di tutup dengan fokus ke tubuh makhluk dari dalam gua yang pelan-pelan sobek, dan dari dalam perutnya muncul makhluk kecil yang berbentuk Alien versi Scott tahun 1979.

The end.

Panjang juga nih cerita. tapi overall gw suka dengan cara Scott menyajikan film ini. Walaupun merupakan prequel dari film Alien, tetapi dikemas dengan teknologi 3D yang sangat bagus. Beberapa angle dan eksekusi detail yang sangt bagus, termasuk dengan cara screening area gua yang kemudian diconvert dalam 3D view dalam pesawat. Adega operasi cesar dengan menggunakan mesin juga cukup detail dan dipenuhi dengan darah-darah.

Dari sisi cerita juga sedikit menyinggung tentang beliefs. Bagaimana sifat manusia yang tidak pernah puas dan selalu mencari segala sesuatu dari sisi sains. Dan ternyata hal tersebut tetap tidak bisa memberikan jawaban yang jelas.

Yang terakhir dari sisi nyambung tidaknya dengan film Alien. Sama seperti versi Alien, Scott berusaha kembali memunculkan tokoh wanita. Setelah kemarin Weaver, sekarang Noomi Rapace. Well, kalau menurut gw Weaver itu udah terbentuk dengan “perkasa” sementara Rapace masih terlalu cewe. Cerita alien yang dikandung dalam tubuh juga mirip banget sama Alien 3. Tapi memang tetap dibuat penasaran dengan sequel dari film ini yang bisa menjadi sambungan langsung prequel Alien.

OVERALL SCORE : 8/10

http://en.wikipedia.org/wiki/Prometheus_(film)

Advertisements

One thought on “#MovieReview – Prometheus

  1. Mungkin karena gua nggak terlalu suka sci-fi, film ini menurut gua sekadar bagus dari sisi visual (walau sebenernya juga nggak bagus-bagus amat, sih), tapi nggak ada hal yang baru, yang fresh, yang greget. Bisa dibilang ini Alien dengan judul yang dibedain. Sama halnya dengan Avatar yang juga keren dari sisi visual tapi dari segi cerita biasa-biasa aja.

    Sejauh ini belum ada film sci-fi yang menandingi Star Wars yang mungkin udah berkali-kali gua tonton. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s