#MovieReview – Hugo


Hugo

Hugo

Novel “The Invention of Hugo Cabret” terbitan tahun 2007 menjadi dasar adaptasi film dengan judul “Hugo” ini. Buku yang bercerita tentang kehidupan seorang anak kecil di stasiun kereta di Paris. Hugo sendiri mulai hidup di stasiun kereta tersebut setelah menjadi yatim piatu karena ayahnya yang meninggal dalam sebuah kebakaran.

Perjalanan dimulai dari ketertarikan Hugo terhadap salah satu robot peninggalan ayahnya. Kondisi robot tersebut rusak dan perlu banyak perbaikan. Satu demi satu ornamen yang dibutuhkan dicari oleh Hugo, dengan tujuan agar robot tersebut bisa berfungsi kembali. Dalam sebuah upaya untuk mendapatkan ornamen yang dibutuhkan Hugo berusaha mencuri di salah satu toko mainan di stasiun tersebut. Bukannya mendapatkan ornamen tersebut, Hugo malahan tertangkap oleh si pemilik toko. Notebook yang dimiliki Hugo yang merupakan peninggalan dari ayahnya pun diambil oleh si pemilik toko.

Hugo berusaha mendapatkan kembali notebook tersebut dengan pergi ke rumah pemilik toko tersebut. Walaupun tidak berhasil ternyata Hugo bisa meminta tolong anak dari si pemilik toko, Isabelle. Hugo pun mulai berteman dengan Isabelle, dan menceritakan hal-hal yang sedang dikerjakannya termasuk upayanya untuk kembali memfungsikan robot. Dalam suatu kejadian di mana Isabelle terjatuh, Hugo ternyata menemukan sebuah kunci yang sedang dikalungkan oleh Isabelle. Bukan kunci biasa, ternyata kunci tersebut adalah kunci yang menjadi jawaban agar robot yang dimiliki Hugo dapat berfungsi kembali.

Robot pun ternyata dapat berfungsi kembali dengan menghasilkan suatu gambar dengan tanda tangan Geores Melies. Isabelle pun langsung menyadari bahwa Ia mengenali nama tersebut yang merupakan ayah baptisnya yang selama ini mengurus dirinya bersama dengan istrinya. Petualangan dan rahasia pun perlahan mulai terbuka. Siapakan George, dan juga mengapa robot tersebut bisa menggambarkan sebuah bulan yang tertembak roket.

Secara keseluruhan film ini menyuguhkan jalan cerita yang menarik serta setting yang sangat baik. Untuk anak-anak kecil, film ini aman. Film ini juga dikeluarkan dalam format 3D, yang menjadikan film format 3D pertama untuk Martin Scorsese. Beberapa penghargaan juga sudah dimenangkan seperti Oscar, Golden Globe dan juga BAFTA.

Dengan didukung gabungan antara pemain senior dan junior, karakter-karakter dalam film ini terbangun dengan baik. Asa Butterfield (The Boy in The Stripe Pyjamas), Ben Kingsley (Gandhi), Chloë Grace Moretz (Let Me In), Sacha Baron Cohen (Borat), merupakan pemeran yang cukup menonjol dalam film ini.

OVERALL SCORE : 8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s