#MovieReview – The Vow


The Vow

The Vow

Dengan dibintangi Channing Tatum dan Rachel McAdams, the Vow menjadi salah satu alternatif film yang ditonton sekarang ini di bioskop untuk yang mencari film dengan genre romantic comedy. Kalau yang penasaran filmnya akan seperti apa, mungkin bisa diintip sedikit trailernya:

Jelas terlihat film ini bercerita tentang sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta tetapi harus menerima kenyataan bahwa salah satunya mengalami kehilangan ingatan. Seluruh cinta yang sudah ada ternyata harus diulang kembali. Mungkin film ini agak-agak mirip dengan 50 first date, tetapi memang bukan merupakan kejadian berulang.

Masuk ke alur cerita. Leo harus menerima kenyataan bahwa Paige, istrinya harus kehilangan ingatan yang disebabkan kecelakaan di dalam mobil mereka berdua. Tetapi ternyata tidak seluruh ingatan Paige yang hilang, karena untuk kejadian-kejadian yang berlangsung sebelum 4 tahun belakangan ini masih dapat diingatnya dengan jelas.

Leo yang tengah berupaya membangung dan mengembalikan ingatan Paige ternyata mendapatkan tantangan dari keluarga Paige yang berupaya untuk mengambil kembali Paige. Paige pun pada awalnya tidak bisa menentukan sikap apakah ia akan memilih suaminya atau kedua orang tuanya. Sampai kepada satu titik di mana Leo berhasil meyakinkan agar Paige bisa hidup bersamanya.

Kehidupan mereka berdua pun dimulai lagi dari awal. Segala individu Paige setelah kecelakaan ternyata berubah total dengan individunya sesaat sebelum terjadinya tabrakan. Dari sinilah mulai muncul ketidak cocokan diantaranya keduanya. Tidak hanya itu, Paige pun kembali mengingat masa lalunya, dimana dia telah memiliki tunangan. Cerita pun berlanjut dengan upaya-upaya dari Leo untuk mengambalikan Paige  sesuai dengan kondisinya sesaat sebelum terjadinya kecelakaan. Tetapi apakah berhasil?

Channing Tatum dan Rachel McAdams memang dua orang yang sering memainkan peran dalam ilm bergenre drama romantic. hal tersebut kembali dintunjukan dalam film ini. Kedua karakter dibangun dengan cukup baik. hal yang memang agak mengecewakan adalah alur cerita. Sekitar 1/2-3/4 film segalanya dibangun dengan baik untuk ukuran film drama romantic, tetapi memasuki bagian akhir, segala sesuatunya seperti dibuat seadanya untuk menyelesaikan jalan cerita film. Mulai dari kejadia yang tidak detail, sampai momen-momen yang harusnya bisa menjadi puncaknya pun berlalu dengan sangat cepat. Seharusnya jalan cerita bisa diperpanjang sekitar 20 menitan untuk memberikan ending yang bagus.

OVERALL SCORE : 7/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s