#MovieReview – In Time


In Time

In Time

Sejak tahun 2010 Justin timberlake bisa disebut sebagai box office scorer. Mulai dari film Shrek Forever After, Social Network, Yogi Bear, Bad Teacher, Friends with Benefits, dan film In time sebagai film terakhirnya di tahun 2011 selalu mencetak di atas angka US$ 100 juta. Selain Justin, film ini juga didukung oleh beberapa pemeran seperti Amanda Seyfried, dan juga Cillian Murphy. Cerita dari film ini merupakn hasil dari Andrew Niccol yang sukses dengan beberapa film seperti Gattaca, The Truman Show, S1m0ne, The Terminal dan beberapa film lain.

Setting film ini berada di masa depan, di mana segala sesuatunya dihitung berdasarkan waktu yang dimiliki oleh semua orang. Semua hal dikaitkan dengan waktu. Seseorang  harus membayar kebutuhannya dengan waktu yang dimiliki, sementara bila bekerja maka akan mendapatkan waktu sebagai upahnya. Setiap orang memiliki saldo sendiri-sendiri yang tertera di tangannya. Selain itu, semua orang hanya mengalami pertumbuhan fisik sampai umur 25 tahun saja, dan mereka harus berusaha untuk mendapatkan waktu tambahan jika ingin hidup lebih lama lagi. Bila mereka tidak bisa mendapatkan waktu tambahan, ketika waktu mereka habis, maka tubuh mereka pun akan mati.

Adalah Will Salas yang menjadi tokoh utama dalam film ini. Will tinggal bersama ibunya dengan saldo waktu yang cukup terbatas. Suatu ketika, Will yang sedang berada di bar bertemu dengan orang yang memiliki saldo waktu sangat banyak, henry Hamilton. Henry yang sudah hidup lebih dari 100 tahun dengan tubuh berumur 25 tahun merasa bahwa jalan kehidupannya sudah cukup panjang, dan ketika Will sedang tidur, Henry melakukan transfer watu sebanyak lebih dari 100 tahun.

Will pun akhirnya merasakan bagaimana hidup dengan umur lebih dari 100 tahun. Tetapi tak lama setelah itu, Will harus kehilangan ibunya karena kehabisan waktu. Will pun akhirnya berusaha untuk pergi ke New Greenwich yang merupakan kalangan kamu elit untuk mencari tau bagaimana agar kehidupan semua orang tidak seperti sekarang ini yang hidup hanya hari demi hari saja.

Will kemudian bertemu dengan Sylvie Weis yang merupakan anak dari orang kaya Phillipe Weis. Mulai sejak itu petualangan Will dan Sylvia pun dimulai. Kejaran pihak yang berwajib terus datang, selain itu banyak penjahat-penjahat juga yang menginginkan saldo waktu yang banyak tersebut.

Ide ceritanya sangat menarik, dimana segala sesuatu di masa yang akan datang itu dikontrol dengan waktu. Menandakan seberapa berharganya waktu untuk setiap individu. Selanjutnya masing-masing individu diberikan kebebasan bagaimana akan menjalani hidupnya, apakah akan mencoba untuk mengumpulkan waktu sebanyak-banyaknya agar bisa hidup lama, atau lebih memperhatikan bagaimana menjalani kehidupannya.

OVERALL SCORE : 7/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s