#MovieReview – The Walking Dead TV Series


The Walking Dead

The Walking Dead

Pertama liat iklannya agak-agak kurang tertarik dengan filmnya. Soalnya cerita tentang zombie, yang menurut gw udah banyak banget film-film layar lebar yang bercerita tentang mayat-mayat hidup ini. Tapi terus gw sendiri penasaran setelah liat di beberapa forum tentang film ini. Jadinya gw mulai ngikutin film ini dan akhirnya jadi seneng.

Film ini merupakan adapatasi dari komik dengan judul yang sama “The Walking Dead”. Filmnya sendiri tidak merupakan adaptasi penuh dari komik, jadi ada perbedaan karakter utama dan juga jalan ceritanya. Selain itu, yang membuat film ini menjadi menarik adalah produser di belakangnya, yaitu Frank Darabont, yang memberikan kesuksesan film The Shawshank Redemption dan juga The Green Mile. Jadi sudah pasti film ini menjadi film yang ditunggu-tunggu oleh bnyak orang. tapi sayangnya, sejak season 2, Darabont sudah tidak ada di belakang layar lagi dengan alasan perbedaan pendapat terutama dalam hal budget.  Tapi toh, film ini sudah masuk ke mid season 2 tanpa adanya tanda-tanda akan dihentikan, jadi kita masih bisa menikmati setidaknya sampai season 2 benar-benar berakhir.

Ok, kita masuk ke alur cerita. The Walking Dead awalnya bersetting dari Rick Grimes, seorang Sheriff Deputy yang terbangun dari istirahatnya setelah mengalami luka tembak dan menemukan dirinya berada di kota yang kosong dan penuh dengan mayat-mayat hidup. Rick pun kemudian diselamatkan oleh Morgan dan Duane Jones untuk berlindung sementara salah satu rumah yang kosong.

Cerita pun berlanjut ketika Rick berpisah dengan Morgan dan Duane, karena Rick ingin mencari Lori dan Carl, istri dan anaknya. Dalam salah satu upaya pencarian Shane terjebak dan akhirnya mendapatkan bantuan dari Glenn, yang merupakan salah satu dari kelompok yang selamat. Setelah berhasil kabur, Rick dibawa oleh Glenn dan teman-temannya ke tempat pengungsian, di mana Lori dan Carl juga sudah bergabung duluan di grup tersebut. Dengan sisa beberapa orang di kelompok tersebut, mereka berusaha untuk mencari tempat yang aman dari mayat-mayat hidup tersebut.

Jalan ceritanya sebenarnya cukup simple, tetapi film ini diisi dengan berapa drama yang seru, termasuk diantaranya adalah hubungan cinta Lori dengan Shane, yang merupakan teman baik Rick (hubungan tersebut terjadi karena Lori menganggap Rick sudah mati), juga beberapa action yang menunjukan banyak darah… (ngasih tau aja kalau zombie tersebut hanya bisa dibunuh kalau kepalanya dirusak :p).

Untuk efek, yang pasti season 1 keren banget, bener bener ngerasa nonton film layar lebar dengan semua efek yang ada. Zombie yang badannya setengah, kemudian efek rusak pada bagian muka, dll. Tapi memang memasuki season 2 lebih banyak dramanya, dengan porsi efek lebih sedikit. Tapi tentunya drama tersebut ngga kalah menarik.

Kalau ditanya, apakah akan merekomendasiin film ini. Pasti gw akan rekomendasii, tapi tentunya bukan untuk ditonton sama anak-anak juga. Dan untuk yang ngga kuat sama darah, mendingan ngga usah nonton. 🙂

OVERALL : 8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s