#MovieReview – Zookeeper


Zookeeper

Frank Coraci yang sebenarnya cukup identik dengan Adam Sandler (The Wedding Singer, The Waterboy, Click) kali ini bekerja sama kembali di film Zookeeper. Frank Coraci sebagai sutradara, sementara Adam Sandler sebagai produser. Untuk pemeran utama jatuh ke Kevin James yang juga pernah bekerja sama dengan Adam Sandler di 50 First Date dan Grown Ups. Dan memang benar dengan menjual ketiga Zookeeper berhasil menembus Box Office.

Zookeeper bercerita tentang seorang penjaga kebun binatang, Griffin Kayes (Kevin James), yang diceritakan di bagian awal film menerima penolakan dari Stephanie pada saat melamar dengan alasan pekerjaan Griffin yang tidak sesuai harapan Stephanie. Cerita kemudian berlanjut lima tahun kemudian, di acara kakak Griffin, Grifin yang diminta memberikan pidato ternyata melihat Stephanie kembali muncul di kebun binatang tersebut. Stephanie pun kemudian mulai mendekati Griffin kembali, dengan harapan Griffin mau merubah pekerjaannya.

Griffin yang benar-benar menikmati pekerjaannya merasa kedatangan Stephanie merupakan kesempatan ke dua yang datang kepadanya. keragu-raguannya kemudia hilang setelah mendapatkan support dari teman-teman binatangnya. Iya, betul teman-teman binatangnya. Bentuk supportnya, tentunya dalam bentuk kata-kata. (Hahaha.. Ini bagian yang sebenarnya menyenangkan, melihat binatang-binatang berbicara dengan tingkah lakunya.). Griffin pun kemudian berani untuk mengambil keputusan mendekati Stephanie kembali.

Dalam satu acara yang harus didatanginya, Grifin terpaksa harus mengajak Kate, sesama penjaga kebun binatang, untuk menunjukan kepada Stephanie bahwa dia memiliki pasangan untuk bisa diajak pergi. Dalam acara tersebut perlahan Griffin mulai menikmati pertemanannya dengan Kate. Sayangnya pada akhir acara tersebut, Stephanie kembali mendekati Griffin, sehingga Kate terpaksa menyingkir. Selanjutnya film bercerita tentang kelucuan Griffin dengan teman-teman binatangnya dalam upaya menentukan pada yang diinginkannya di depan, baik dalam pekerjaan dan juga percintaannya.

Buat gw film ini cukup menghibur, terutama untuk ditonton sebagai film weekend atau pun mau di tonton dengan remaja. Efek yang dimunculkan dari masing-masing binatang pada saat berbicara menurut gw juga sudah OK banget, ngga terlalu kelihatan efek digitalnya. Selebihnya cerita cukup clear dan mudah ditebak, sehingga tidak memaksakan kita untuk berpikir keras. Hahaha…

OVERALL SCORE : 7/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s