#MovieReview – Green Lantern


Green Lantern

“In brightest day, in blackest night,
No evil shall escape my sight
Let those who worship evil’s might,
Beware my power… Green Lantern’s light!”

Melawan Marvel Superheroes.. Tugas Green Lantern cukup berat di tahun 2011. Mulai dari Iron Man di tahun lalu, Thor, Captain America, X-Men:Last Stand.. Sepertinya memang DC Comics kalah jauh kalau dibandingkan jumlahnya. Memang yang cukup berbeda antara DC Comics dengan Marvel, Marvel kelihatannya digarap memang untuk mendapatkan respon penonton dengan efek dan kemegahannya, sementara DC Comics lebih mengarahkan ke penggarapan karakternya, coba aja lihat Dark Knight, Watchmen, dsb. Okeh, mari kita bahas film ini.

Adaptasi Green Lantern diambil versi yang Hal Jordan. Ngga terlalu berbeda dibandingkan dengan cerita komiknya, yaitu Abin Sur yang sekarat memberikan cincin ke Jordan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai salah satu anggota corps Green Lantern yang harus menjaga kedamaian. Tantangan awalnya, Sinestro yang merupakan anak didik Abin Sur tidak merasa bahwa Jordan merupakan pilihan yang tepat, terutama karena dia merupakan manusia pertama yang menjadi anggota corps (sebagai catatan saja, bahwa dalam film ini, manusia dianggap bahwa makhluk hidup yang masih sangat muda). Sementara cerita terus berlanjut ketika Parallax mulai mengancam kedamaian di bumi. Selain plot cerita utama tersebut, tentunya hadir juga Caroll Ferris yang memang menjadi pasangan Jordan. Dr Hector yang menjadi manusia yang terinfeksi Parallax, serta Sinestro yang di film ini masih baik dan belum berubah menjadi jahat.

Plot cerita Green Lantern ini menjadi lebih humanis dengan perubahan makna dan kriteria menjadi Green Lantern yang seharusnya “tidak memiliki rasa takut” menjadi “Memiliki keberanian”, dan hal ini menurut gw menjadi poin plus bila diadaptasikan ke kehidupan manusia.

Dari produser, sutradara, pemain film. Martin Campbell pernah nanganin film James Bond sama Zorro, selain itu belum pernah punya pengalaman untuk buat film yang menggunakan banyak efek. Tapi hasilnya bisa dibilang memuaskan. Ryan Reynolds, setelah Buried dan The Proposal, berhasil kembali mencetak film BOX Office. Kadang gw bertanya-tanya juga, kenapa dia udahan sama Scarlett Johansson. Apa gara-gara Reynolds sebelumnya di Marvel: Wolverine (Deadpool) trus beralih ke DC? Sementara Johansson tetap setia jadi Agent Romanoff (hahaha… freak abis pemikirannya). Selain itu ada Blake Lively yang main di The Town, dan Angela Basset.

OVERALL SCORE : 8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s