#Moviereview – Thor


Thor

“Another piece of The Avengers puzzle”

Beberapa tahun belakangan keberhasilan adaptasi Marvel Comics jauh melebihi DC Comics. Bayangkan saja, Marvel di tahun ini mengeluarkan 3 film dengan superheroes andalannya, X-Men:First Class, Thor, dan Captain America, sementara DC Comis hanya maju dengan Green Lantern saja. Selain itu, munculnya Thor dan Captain America melengkapi Hulk untuk persiapan The Avengers tahun depan, dan DC comics pun belum siap dengan Justice Leaguenya.

Cast di film ini memunculkan nama Natalie Portman sebagai Jane Foster, dan juga Anthony Hopkins sebagai Odin, ayah Thor. Chris Hemsworth sendiri yang merupakan aktor asal Autralia masih belum memiliki list pengalaman bermain film yang banyak. Tetapi itulah enaknya film superheroes, selama orang-orang mengenai karakter superheroes tersebut, orang seakan tidak peduli siapa yang memainkannya.

Cerita bermulai dari Thor yang merupakan anak Odin seharusnya diangkat menjadi raja Asgard, tetapi dikarenakan gangguan dari Frost Giants, pengangkatan tersebut ditunda. Thor yang masih egois dan belum matang dalam berpikir, langsung mengajak adiknya, Loki, dan keempat temannya untuk pergi ke Jotunheim untuk menghadapi Laufey yang merupakan pemimpin Frost Giants. Pada saat terdesak, Thor, adiknya dan juga teman-temannya diselamatkan oleh Odin. Odin yang merasa bahwa Thor tidak menghormati dan berkhianat dengan cara pergi ke Jotenheim, menghukum Thor dengan menarik kekuatan Thor dan memisahkannya dari Molnir, palu yang dimilikinya, dan mengirimkannya ke bumi.

Petualangan Thor di bumi pun dimulai pada saat bertemu dengan Jane foster dan teman-temannya yang sedang melakukan riset di daerah tersebut. Sementara itu di Asgard, keadaan pun semakin buruk dengan Loki yang mengetahui dari Odin, bahwa dia merupakan anak Laufey, menggantikan Odin yang sedang mengalami tidur panjang. Cerita selanjutnya adalah petualangan Thor di bumi hingga bisa ke Asgard kembali untuk menyelamatkannya.

Memang jika diperhatikan, tipikal film Marvel Comics tidak terlalu memperhatikan akting, dibandingkan dengan DC Comics (Dark Knight, Watchmen). Alhasil keberhasilan Film Marvel Comics lebih bersifat marketing dan bukan kepada kualitas karakter di dalam film tersebut. Tapi bukan berarti film ini tidak layak tonton… Kalau melihat ke belakang, mungkin setelah Spider Man dan X-Men, film ini menjadi film adaptasi terkuat ke tiga dibandingkan Ghost Rider, Daredevil, Elektra, bahkan Hulk Sekalipun.

Oh iya, kalau menonton ini jangan lupa diperhatikan setelah crdit selesai, maka Nick Fury (Samual L. Jackson) akan muncul lagi. πŸ™‚
Sampai bertemu di The Avengers di tahun depan!

OVERALL SCORE : 7/10

Advertisements

2 thoughts on “#Moviereview – Thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s