#Moviereview – The Beaver


The Beaver

“Beaver menarik turun Mel Gibson dan Jodie Foster. Mengecewakan”

Jodie Foster dan Mel Gibson. Siapa yang ngga kenal dua orang tersebut? Dua-duanya udah pernah menang Oscar, jadi pasti berharap banyak dari film yang dibintangi keduanya. Film ini juga merupakan film hasil arahan Jodie Foster sendiri, yang walaupun sampe sekarang masih belum ada filmnya yang menjadi box office.

Film ini diawali dengan Walter Black, seorang Suami, Bapak, dan juga eksekutif salah satu perusahaan mainan yang mengalami depresi tingkat tinggi hingga sampai mencoba untuk bunuh diri. Pada saat ingin bunuh diri untuk meloncat dari lantai gedung yang tinggi, Walter diselamatkan karakter “Beaver”. Beaver sendiri merupakan karakter yang muncul dari wujud sebuah boneka tangan berang-berang yang dimainkan sendiri oleh Walter, sehingga menjadikan Walter berkepribadian ganda.

Perlahan,  Beaver memberikan suatu dampak lain ke dalam kehidupan Walter Black. Dalam pekerjaan Walter, Beaver menjadi inspirasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, sementara dalam keluarga, Beaver menjadikan hubungan Walter dan Meredith Black (Jodie foster), istrinya, menjadi harmonis kembali. Segala sesuatunya menjadi lebih baik. Tetapi keadaan menjadi berubah ketika peranan Beaver menjadi lebih kuat di dalam hidup Walter, sehingga menyebabkan Meredith tidak nyaman. Cerita pun berjalan dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Walter untuk menentukan kehidupannya di depan, apakah akan tetap bersama dengan Beaver yang menjadikannya sukses atau meninggalkannya untuk bisa kembali bersama keluarga.

Film ini sebenarnya bisa menjadi bagus banget. Peranan Mel Gibson sangat dominan, terutama dalam kemampuan berakting dengan dua kepribadian. Selain itu Jodie Foster juga mendukung untuk bisa berperan menjadi istri yang mengalami kekesalan dengan suami yang mengalami depresi. Tetapi masih ada missing link dalam film ini, ada satu bagian yang hilang, dan menjadikan film ini “gantung abis”, dan gw pun ngga tau itu harusnya ada di bagian mana. Terus terang, poin ini yang menjadikan gw kurang merekomendasikan film ini menjadi film drama yang bagus. Film ini bagus untuk ditonton untuk orang-orang yang tertarik dengan ilmu psikologi atau pun orang-orang yang kangen sama aktingnya Jodie Foster dan Mel Gibson.

OVERALL SCORE : 5/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s