Grow your strength!


Untuk bisa mengembangkan kekuatan kita, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan agar kekuatan tersebut sesuai dengan rencana Tuhan dan juga berguna bagi orang-orang di sekitar kita.
Apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk mengembangkan kekuatan kita itu:

1. MELEKAT DENGAN TUHAN

Cerita ilustrasi:
Seorang ayah sedang memperhatikan anaknya, Jessie, yang berumur sekitar 8 tahun yang lagi bermain di halaman belakang rumahnya. Terlihat Jessie sedang berupaya membersihkan halaman belakangnya dari batu batu besar yang sebelumnya dipergunakan untuk kolam ikan. Satu per satu batu diangkat dan dipinggirkannnya agar area bermainnya bersih dari bebatuan. Sampai akhirnya Jessie berhadapan dengan batu yang cukup besar. Pertama, dicoba diangkatnya menggunakan kedua tangannya… tidak berhasil. Ke dua, dicobanya dengan menggunakan kedua tangannya untuk mendorong… tetap tidak berhasil. Ke tiga, menggunakan batang besi untuk mengangkatnya dari tanah… dan pada percobaan terakhir ini… tetap tidak berhasil. Jessie pun akhirnya masuk ke dapur dengan muka kesal.
Ayahnya yang memperhatikannya dengan senyum kecil bertanya “Kenapa Jes, kok muka kamu kesal?”
“Aku kesal karena tidak bisa memindahkan batu besar yang ada di tengah halaman!”, jelas Jessie.
Ayahnya kembali bertanya, “Memang kamu sudah menggunakan berapa cara?”
Jessie menjawab dengan kesal, “Sudah tiga cara, dan tidak ada yang berhasil!”
“Apakah usaha kamu sudah maksimal untuk mengangkat batu tersebut?”, tanya Ayah.
“Sudah kok!”, jawab Jessie
“Yakin? Yuk kita ke tempat batu tersebut.”, jelas Ayahnya sambil berjalan menuju batu tersebut.
Tak lama kemudian mereka berdua sudah di depan batu tersebut, Ayah Jessie kemudian sedikit menunduk dan menurunkan tangan, berupaya sekuat tenaga untuk mengangkatnya. Batu itu pun dapat diangkat dan dipindahkan ke bagian pinggir halaman untuk memberikan ruang bermain bagi Jessie tanpa gangguan batu.

Terkadang kita terlalu terfokus pada kekuatan kita dan beranggapan bahwa semuanya berpusat pada kekuatan kita sehingga kita menjadi lupa bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang sebenarnya berkuasa atas diri kita sendiri dan kuasa inilah yang memampukan kita untuk bisa mengerjakan banyak hal. Ilustrasi yang diberikan memberikan penjelasan serta menjadi pengantar bagaimana kita harus memiliki hubungan dan komunikasi dengan Tuhan untuk bisa memiliki, mengembangkan serta mempergunakan kekuatan kita untuk kemuliaan Tuhan.
Apakah kita dalam menggunakan kekuatan kita sudah mengikutsertakan Tuhan, meminta bimbingannya, atau malah kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana kita secara pribadi mengembangkan kekuatan kita melalui usaha pribadi?

Yohanes 15:1-8.
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Hal utama yang perlu diperhatikan untuk bisa mengembangkan serta mempergunakan kekuatan adalah dengan melekat pada Tuhan. Dalam Firman Tuhan yang sudah kita baca jelas disebutkan “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu dan kamu akan berbuah banyak”. Ya, benar, tidak hanya bertumbuh tetapi akan berbuah banyak.

Bagaimana caranya kita bisa untuk bisa tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita? Beberapa diantaranya yang bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
(1) Membaca Firman Tuhan/Alkitab
(2) Berdoa kepada Tuhan; serta
(3) Menaikan pujian bagi Tuhan.

Dengan kita menjadikan aktivitas di atas sebagai kebutuhan bukan sebagai beban maka dengan sendirinya kita mulai hidup dengan berpegang pada Tuhan. Semakin menyerupai Tuhan dalam tindakan-tindakan yang kita lakukan.

Lebih jauh dari pada kita hanya sekedar melakukan aktivitas di atas, kita juga perlu memperhatikan bahwa yang lebih penting apakah yang kita lakukan tersebut memberikan impact kepada sekitar kita.

Galatia 5:22-23
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Impact dari apa yang kita lakukan seharusnya dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita, mulai dari orang tua dan saudara kandung di rumah, teman-teman di sekolah, teman-teman di gereja, dan orang-orang yang berinteraksi dengan kita.
Di dalam Galatia disebutkan bahwa kasih, sukacita, damai sejahteran, dst. adalah merupakan buah Roh. Jadi hal-hal tersebut bukanlah tindakan yang harus kita lakukan, tetapi lebih kepada seluruh tindakan yang kita lakukan harus berbuah dan menunjukan kasih, sukacita, damai sejahtera, dll. kepada orang-orang di sekitar kita.

NOTE : MELEKATLAH KEPADA TUHAN, TINGGAL DI DALAM DIA dan DIA TINGGAL DI DALAM KITA.

 

2. PENUHI SEKITARMU DENGAN HAL-HAL POSITIF

Amsal 13:20
“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”
1 Kor 15:33
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Lingkungan sangat –sangat mempengaruhi pertumbuhan seseorang. Seseorang bisa mengatakan bahwa dirinya bisa menolak segala sesuatu yang buruk dan jahat bagi dirinya, tetapi bila dalam kesehariannya hidupnya dipenuhi dengan hal-hal yang buruk dan jahat maka sangat besar kemungkinannya orang tersebut akan terpengaruh sehingga akhirnya berubah. Oleh karena itu, memilih serta menentukan orang-orang yang bisa memberikan hal-hal positif adalah sangat diperlukan untuk bisa bertumbuh dengan baik.

Berikut ini adalah orang-orang yang kita butuhkan untuk kita bisa berkembang dengan baik:

A. Mentor
Untuk bertumbuh kita perlu belajar dari orang-orang yang memiliki lebih banyak pengalaman atau mungkin memiliki kompetensi yang lebih dari pada kita. Dengan mendekatkan diri kepada mereka kita mulai bisa memetakan bagaimana kita bisa bertumbuh dengan belajar dari journey yang sudah dialami oleh mentor tersebut. Mentor ini bisa lebih tua maupun lebih muda, bisa mulai dari orang tua kita dengan hal-hal positifnya, guru kita di sekolah, kakak kelas maupun kakak layan di gereja, sampai teman yang mungkin memiliki pengalaman lebih maupun kompetensi lebih. Intinya mentor ini diusahakan sesorang yang reachable, bisa diajak berinteraksi dan berkomunikasi agar kita juga bisa memiliki mentor yang “nyata” di dekat kita.

B. Rekan kerja
Untuk bisa bertumbuh seseorang membutuhkan orang lain untuk bisa berjalan bersama, menolong saat sedang mengalami kejatuhan, memberikan masukan bila ada hal yang perlu diperbaiki, untuk berbagi kebahagiaan bila mencapai keberhasilan, serta memberikan kritik dan teguran bila melakukan suatu kesalahan. Kebalikannya kita secara pribadi juga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan seseorang dengan melakukan hal-hal yang sudah disebutkan.

C. Mentee
Memiliki seseorang yang perlu kita didik atau mentori adalah bagian penting untuk menunjang suatu pertumbuhan kekuatan. Dengan kita menjadi mentor, atau kita memiliki mentee maka artinya kita sudah mengambil tanggung jawab untuk suatu proses suksesi, proses regenerasi. Kita pun sebagai pribadi dengan adanya orang-orang yang meneladani kita juga pasti akan terus berbenah diri dan meningkatkan kekuatan kita untuk bisa dicontoh juga oleh mentee kita.

D. Orang-orang yang membutuhkan.
Kekuatan akan bisa memberikan impact hanya kepada orang-orang yang memang membutuhkan. Sebagai gambaran, seorang superheroes di suatu kota yang tidak ada kejahatan, tertib berlalu lintas, tidak ada risiko bencana alam kemungkinan besar kekuatannya juga tidak akan dipergunakan. Sama halnya dengan kita yang memiliki kekuatan, bila kita tidak menempatkan diri dalam lingkungan atau orang-orang yang membutuhkan maka pada akhirnya kekuatan tersebut tidak akan terpakai.
Dalam salah satu episode Masterchef, Dino pemenang season terakhir pernah memberikan statement bahwa menjadi dancer adalah suatu kebahagiaan bagi dirinya sendiri, tetapi memilih memasak dan menghasilkan makanan yang enak memberikan kebahagiaan bagi orang lain, oleh karena itu dia memutuskan untuk mengikuti masterchef. Ini bukan memberikan kebahagian bagi diri sendiri yang terus bertumbuh, tetapi bagaimana memberikan kebahagiaan kepada orang lain melalui kekuatan kita.

Untuk poin ini, ambil waktu pribadi, renungkan dan tuliskan orang-orang di sekeliling kita yang bisa memberikan hal positif dalam pertumbuhan kekuatan kita. Pegang catatan itu karena suatu saat mungkin itu akan bisa mendorong kembali kita agar kekuatan kita terus bertumbuh.

NOTE : BINA HUBUNGAN DENGAN ORANG-ORANG YANG AKAN MENSUPPORT DALAM PERTUMBUHAN KEKUATAN KITA

 

3. JANGAN PERNAH BERHENTI

2 Raj 13:10-19
“Dalam tahun ketiga puluh tujuh zaman Yoas, raja Yehuda, Yoas anak Yoahas, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam belas tahun lamanya. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuruh Yerobeam bin Nebat dilakukan orang Israel, tetapi terus hidup dalam dosa itu. Selebihnya dari riwayat Yoas dan segala yang dilakukannya dan kepahlawanannya, bagaimana ia berperang melawan Amazia, raja Yehuda, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel? Setelah Yoas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka duduklah Yerobeam di atas takhta ayahnya. Dan Yoas dikuburkan di Samaria di samping raja Israel. Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Berkatalah Elisa kepadanya: “Ambillah busur dan anak-anak panah!” Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. Berkatalah ia kepada raja Israel: “Tariklah busurmu!” Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, serta berkata: “Bukalah jendela yang di sebelah timur!” Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: “Panahlah!” Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.” Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Pukulkanlah itu ke tanah!” Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.””

Sedikit pengantar dalam bacaan ini, ada dua Raja Yoas yang dibahas di sini, pertama adalah Yoas Raja Yehuda dan ke dua adalah Yoas raja Israel, tetapi walaupun namanya karakter keduanya berbeda. Yoas raja Yehuda adalah seorang raja yang baik sementara Yoas raja Israel adalah seorang raja yang jahat.

Cerita utama dalam bacaan ini adalah interaksi antara Yoas dengan Elisa yang merupakan nabi raja pada jamannya. Saat itu Elisa sedang sakit, raja Yoas datang kepadanya, menangis dan mengadu mengenai keberadaannya bersama dengan pasukannya untuk menghadapi bangsa Aram (karena yang diwariskan ayahnya adalah pasukan yang sedikit).

Elisa yang melihat keadaan tersebut meminta Yoas untuk menarik busurnya dan mengarahkannya ke jendela di sebelah timur serta memintanya agar memanah ke arah sana. Bersamaan dengan panah tersebut Elisa juga menyatakan janji kemenangan atas Aram yang berikan oleh Tuhan.

Tidak berhenti sampai di situ, Elisa juga meminta Yoas untuk memukulkan anak panah tersebut ke tanah dan hal tersebut dilakukan oleh Yoas. Yoas memukulkannya tiga kali dan berhenti. Ternyata Elisa gusar melihat hal tersebut, karena Yoas hanya memukulkannya tiga kali, di luar ekspektasi Elisa sebanyak 5-6 kali. Oleh karena itu Elisa kemudian mengatakan bahwa kemenangan yang akan diraih hanya sebanyak pukulan yang dilakukan oleh Yoas dan hal tersebut terjadi sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.

Penekanan cerita ini ada pada bagian di mana Yoas memukulkan anak panah hanya sebanyak 3 kali, sesuai dengan keinginannya, dan tidak sesuai dengan ekspektasi Elisa. Belajar dari hal tersebut memang terkadang perintah datangnya tidak serta merta langsung dengan informasi yang lengkap. Mungkin kita juga bisa mengatakan bahwa, kan Yoas tidak mendapatkan informasi berapa kali dia harus memukulkannya, tetapi kalau kita lebih mendalaminya lagi dengan berandai, andaikan… andaikan… Yoas masih terus memukulkannya sampai 5-6 kali mungkin sejarah akan mencatat lain mengenai kemenangan Israel atas Aram.

Memang cerita ini agak berbeda dengan beberapa cerita lainnya, seperti Naaman yang pada perikop sebelumnya diminta untuk Elisa membenamkan diri tujuh kali untuk memperoleh kesembuhan dari Tuhan di kolam Siloam. Atau pun cerita bagaimana Yosua mengelilingi tembok Yeriko sebanyak 7 kali untuk bisa memperoleh kemenangan.

Roma 5:3-4
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”

Perseverance, steadfastness in doing something despite difficulty or delay in achieving success. Lakukan… Lakukan… dan terus lakukan. Jangan pernah berhenti menggunakan kekuatan untuk melakukan suatu kebaikan, karena bisa jadi dalam kesempatan selanjutnya janji Tuhan akan digenapi. Tetapi banyak yang mengatakan bahwa sudah berkali-kali melakukannya bahkan berpuluh-puluh kali tetapi apa yang diharapkan atau dianggap sebagai janji Tuhan masih belum terjadi dalam kehidupan, ingatlah bahwa mungkin yang Tuhan lebih inginkan bukan kepada pencapaian kita atas harapan kita atau pun janji Tuhan, melainkan agar kita benar-benar taat sepenuhnya dan bersandar kepada Tuhan dalam melakukan segala sesuatu. Obedience over everything!

Cerita ilustrasi:
Seorang kakek datang ke sebuah rumah sakit pagi hari sekitar jam 8.30 karena tangannya terluka dan sobek cukup panjang sehingga mengeluarkan darah. Sampai di UGD kakek tersebut terlihat cukup bingung dan melihat ke sana kemari, sampai akhirnya ada salah satu suster kepala yang datang kepadanya dan menanyakan apa yang bisa dibantu.
“Opa, Opa butuh bantuan apa?”, tanya suster.
“Uhh… Saya ingin supaya tangan Saya yang sobek ini bisa diobati.”, jawab sang kakek.
“Opa sudah mendaftar?”, tanya susternya kembali.
“Belum, De, Saya soalnya buru-buru dan butuh diobati segera.”, jelas sang kakek.
Mendengar bahwa kakek tersebut terburu-buru akhirnya suster tersebut luluh dan menawarkan bantuan untuk menjahit tangan kakek yang sobek tersebut. Sambil mengobati kakek tersebut, suster mencoba mengajak ngobrol agar kakek tersebut lebih rileks.
“Opa, Opa mau ke mana kok pagi-pagi buru-buru banget?”, tanya suster.
“Saya mau ke panti werdha setelah ini.”, jawab sang kakek.
“Oh begitu, mau ketemu siapa Opa?”, lanjut suster.
Dengan muka cerita sang kakek memberikan jawaban, “Saya mau ketemu dengan istri Saya, jadwal Saya bertemu setiap hari adalah jam 9.30 pagi, jadi Saya tidak mau melewatkan kesempatan ini.”
“Istri Saya mengidap dimensia/Alzheimer jadi butuh perawatan khusus di panti tersebut. Setiap hari Saya ke sana untuk bertemu dan mengingatkan kembali siapa Saya dan hal-hal yang sudah pernah kita lakukan bersama.”, tambah sang kakek.
“Opa, kan setiap hari Oma lupa akan hal-hal yang dialami, bahkan lupa bahwa Opa itu adalah suaminya, kenapa Opa tetap ingin setiap hari bertemu dengan Oma?”, tanya suster.
“De, buat Saya pribadi bahwa Oma sudah lupa sama Saya bahwa Saya suami tidak menjadi masalah, yang lebih penting adalah Saya selalu mengingat bahwa Oma itu adalah istri Saya yang Saya kasihi setiap hari.”

 

SELAMAT BERTUMBUH DALAM KEKUATANMU BERSAMA DENGAN TUHAN UNTUK SESAMA MANUSIA!

Advertisements

Predestination #moviereview


Predestination_poster

Film ini merupakan salah satu film dengan twisted ending (sebenernya bukan cuma di ending doang sih) yang menurut gw kompit dan futuristik. Dari sisi plot cerita dibangun dengan amat baik, awalnya segala sesuatu abstrak, dari satu cerita lompat ke cerita lainnya, tetapi kemudian satu per satu cerita mulai disambungkan benang merah. Satu per satu twisted story pun dibuka perlahan dengan amat baik dan membuat gw pribadi penasaran untuk cerita-cerita di depannya. Tapi memang disarankan untuk menonton ini tidak terputus dan tidak sambil mainan game di smartphone atau WA dengan temen :D, soalnya kemungkinan besar bakalan keskip bagian-bagian terpenting dalam cerita.

Dari casts, awalnya yang terlihat dijual dalam poster film ini adalah Ethan Hawke, tapi setelah menonton secara keseluruhan, gw harus angkat topi untuk Sarah Snook. Keren banget menurut gw gimana dia mengeksplor karakter yang dimainkannya.

Overall gw happy banget dengan film seperti ini, ngga perlu pemain film terkenal, ngga perlu hi tech visual, tapi futuristik dan plot cerita. Recommended!!!

Kingsman: The Golden Circle #moviereview


kingsman2-foxmovies-poster-colin

Harry is back!

Pertama kali tau Harry ternyata ngga mati seperti yang terjadi di Kingsman: The Secret Service seneng banget, tapi kenapa harus dikeluarin di trailer sih, kan lebih keren kalau tau pas nonton aja! Hahaha…

But anyway, balik ke review film. Menurut gw sang sutradara, Matthew Vaughn dalam film ini berhasil kembali memberikan tontonan yang lumayan seru dan lebih fresh daripada film agen sejenisnya. Ngga ada scene yang dragging, banyak humornya, fun to watch lah. Beberapa kali kerja bareng Guy Ritchie sepertinya mempengaruhi gimana Vaughn nge-direct film Kingsman, british banget.

Dari sisi cast, banyaknya nama terkenal seperti Julianne Moore, Halle Berry, Elton John, Channing Tatum, dan Jeff Bridges ngga ngebuat Taron Egerton (Eggsy) redup. Egerton pun nampaknya nyaman juga ditandemin untuk kedua kalinya dengan Colin Firth dan berhasil mengimbanginya.

Orisinalitas film ini sepertinya masih di bawah film Kingsman sebelumnya. Jalan cerita relatif mudah  ditebak hanya tinggal mengandalkan keseruan setiap scene saja. Kecanggihan teknologi juga tidak terlalu terlihat banyak dalam film ini, walaupun teknologi yang digunakan untuk menyelamatkan Harry sangat-sangat menginspirasi bila ternyata nanti di depannya bisa diwujudkan.

Buat yang weekend ini masih kosong, cobain aja nonton film ini, tapi saran gw tonton Kingsman sebelumnya supaya bisa dapetin benang merahnya.

Myscore: 7/10

Ujian Naik Level


Lukas 4:1-13

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”
4:4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Sadarkah kita bahwa untuk naik level, umumnya kita harus melalui suatu ujian untuk bisa membuktikan bahwa kita memiliki suatu kriteria untuk bisa melakukan suatu tanggung jawab yang lebih besar?

Hal ini yang dialami Yesus dalam injil Lukas 4. Di bagian awal hidup Yesus, sebelum berkhotbah dari satu tempat ke tempat lainnya, sebelum melakukan mujizat 5 roti dan dua ikan, sebelum melakukan mujizat membangkitkan orang mati, Yesus menghadapi suatu ujian penting. Dibawa Roh Kudus ke padang gurun, tidak makan selama 40 hari, saat Ia lapar, saat itulah Iblis bekerja.

Tetapi menggoda Yesus ternyata tidak semudah itu, memang tidak tertulis dalam Alkitab, tetapi terbayang bagaimana Yesus mempergunakan waktu 40 hari tersebut dalam kesendirian-Nya mendekatkan diri kepada Allah Bapa, Sang Pencipta. Percakapan dengan Allah Bapa, atau merenungkan kembali taurat-taurat yang pernah dipelajarinya mungkin menjadi isi hari-hari yang dilalui Yesus. Yesus berserah sepenuhnya pada Allah dalam masa-masa tersebut. Tapi Yesus tetaplah seorang manusia, tubuh jasmani-Nya tetap membutuhkan asupan, setelah 40 hari tidak makan, saat itulah Ia mulai merasa lapar.

Rasa lapar inilah yang ingin digunakan Iblis untuk bisa mencobai Yesus. Iblis ingin mengajak Yesus berpikir tentang dirinya sendiri. Penekanan penggunaan kata “Jika Engkau Anak Allah” adalah salah satu cara Iblis untuk “mengangkat” derajat Yesus serta mengajak-Nya menggunakan kekuasaan-Nya untuk bisa mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menyadari bahwa ini adalah Iblis yang sedang bekerja, dan bagaimana Yesus menjawabnya menunjukan kualitas pemahaman Yesus akan taurat Tuhan. Yesus mengutip taurat Tuhan dari Ulangan 8:2-3 sebagai respon.

8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Ujian pertama berhasil dilalui oleh Yesus. Iblis tidak putus asa. Kemudian dibawanya Yesus ke tempat yang tinggi, dimana Yesus bisa melihat semua kerajaan dunia. Iblis menawarkan seluruh kerajaan dunia kepada Yesus, tetapi dengan catatan Yesus harus menyembah iblis. Yesus kembali menggunakan pengetahuannya akan taurat Tuhan yang bercerita mengenai bangsa Israel yang diberikan peringatan seperti tertulis dalam Ulangan 6:10-13.

6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu–kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami–dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
6:13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

Yesus memahami dengan baik bahwa segala sesuatu yang diberikan pada diri-Nya adalah berasal dari Allah Bapa, sekalipun iblis menawarkan kerajaan, Yesus mengerti benar bahwa sebenarnya kerajaan tersebut adalah milik Allah Bapa, dan hanya kepada Allah Bapa saja seharusnya Yesus menyembah. Berdasarkan taurat Tuhan tersebut Yesus kembali menolak untuk godaan dari iblis untuk mendapatkan kerajaan dunia.

Iblis pun tidak putus harapan, Yesus dibawa ke Yerusalem untuk naik di bubungan Bait Allah. Kali ini iblis mempergunakan taurat Tuhan untuk mencobai Yesus, mengutip dari Mazmur 91:11,12

91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Iblis mengira bahwa dengan menggunakan kebenaran yang datangnya dari taurat Tuhan, Yesus bisa tergoda dan jatuh kedalam pencobaan. Tetapi ternyata pemahaman Yesus akan taurat Tuhan jauh lebih tinggi. Yesus pun kembali mengutip dari taurat Tuhan yang terdapat dalam Ulangan 6:16

6:16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Sebagai catatan, Masa (dan Meriba) adalah tempat peringatan di mana bangsa Israel mengeluh haus kepada Musa dan mempertanyakan kepada Musa untuk apa mereka dibebaskan dari Mesir kalau ternyata harus mati dalam perjalanan ke tanah perjanjian, seakan-akan tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Dengan berdasarkan taurat Tuhan ini Yesus menegaskan kembali bahwa Tuhan itu ada dan hadir dalam kehidupan setiap orang, dan tidak perlu mencobai Tuhan hanya untuk melihat kehadiran Tuhan. Sesudah pencobaan ini iblispun mundur untuk mencari waktu yang lebih baik.

Ujian naik level Yesus tidak berbicara tentang karya-Nya, atau tentang Mujizat-Nya, melainkan tentang keteguhan hati serta iman-Nya untuk tetap fokus kepada Allah Bapa di tengah godaan yang datang dalam kehidupan-Nya. Setelah ujian tersebut dilewati, Yesus pun dapat mengerjakan segala karya yang sudah dipersiapkan oleh Allah Bapa.

Kenapa ujian naik level tersebut penting? Mungkin kita bisa bayangkan kalau ternyata Yesus belum terbukti keteguhan imannya, lalu mengerjakan segala mujizat, memberi makan orang banyak, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, atau mujizat-mujizat lainnya, bisa saja kemuliaan yang diberikan akhirnya dinikmati sendiri untuk mendapatkan kemuliaan dan dan bukan untuk meninggikan Allah Bapa. Yesus, walaupun sebagai Anak Allah yang turun ke dunia, tetap menempatkan dirinya sebagai manusia dan memberikan segala kemuliaan bagi Allah Bapa.

Jadi, bagaimana dengan diri kita masing-masing? Apakah kita sudah berhasil melewati ujian naik level? Atau kita masih berfokus untuk hal-hal yang ingin kita dapatkan secara duniawi?

Selamat melewati ujian naik level!

 

Yesus Melihat Hati


IMG_0895Lukas 23:39-43 (TB)

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Cerita ilustrasi:
Ada seorang pemuda yang sedang kuliah di luar kota. Suatu ketika pemuda tersebut dalam perjalanannya pulang dari kampus ke tempat kosnya, tiba-tiba karena hilang fokus akhirnya pemuda tersebut menabrak pagar sebuah rumah sangat keras hingga pemuda tersebut terlempar. Orang-orang di sekitarnya kemudian berkumpul dan melihat kondisi pemuda tersebut. Terlihat luka-luka ringan di badannya, pemuda itu pun bangun, bersamaan dengan itu agak terasa sakit di dadanya. Seorang ibu bertanya kepada pemuda tersebut apakah ada yang sakit? Apakah butuh dibawa ke dokter? Pemuda tersebut terlanjur malu karena kesalahannya sendiri ia menabrak pagar rumah, ia pun mengatakan bahwa kondisinya tidak apa-apa dan sehat-sehat saja. Kemudian pemuda itu kembali ke kosnya. Sesampainya di kos teman-teman di kosnya menanyakan tentang kecelakaan yang terjadi karena melihat luka-luka di tubuh pemuda tersebut, mereka pun menanyakan hal yang sama, apakah butuh dibawa ke dokter tetap kembali lagi pemuda tersebut menolaknya dan mengatakan bahwa nanti akan sembuh dengan sendirinya walaupun ia merasa bahwa dadanya agak sakit. Setelah itu pemuda tesebut melanjutkan aktivitasnya di kos dan kemudian beristirahat dan tidur dan tidak bangun bangun lagi. Diketahui setelahnya bahwa benturan akibat tabrakan tersebut membuat bagian dalam dadanya bengkak sehingga jantungnya mengalami gangguan.

Apa pelajaran dari ilustrasi tersebut?
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK SAKIT
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK BUTUH PERTOLONGAN
– MENGGAMPANGKAN HAL-HAL YANG PETING
– SAMPAI AKHIRNYA SAKITNYA BERAKIBAT KEMATIAN

Sangat berbahaya jika seseorang tidak sadar akan sakit yang dideritanya. Walaupun sudah banyak orang-orang memberitahu serta menawarkan pertolongan, tetapi tetap saja merasa dirinya tidak sakit dan tidak membutuhkan pertolongan, sampai akhirnya sakit tersebut mengakibatkan kematian.
Sama halnya dengan manusia, seringkali merasa bahwa tidak ada yang salah dengan diri sendiri, merasa tidak berdosa, ditegur orang lain, tetapi tetap keras kepala dan mengatakan tidak ada yang salah dan tidak butuh pertolongan, sampai akhirnya dosa tersebut mengakibatkan kematian ataupun dibawa terus sampai mati.

Masuk ke pembacaan Alkitab minggu ini….

Kita bahas dulu Penjahat 1

—–Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”—–

– TIDAK YAKIN BAHWA YANG DISALIBKAN ITU ADALAH KRISTUS
– MENYURUH YESUS UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA DENGAN MENGHAPUSKAN HUKUMAN

Bagaimana? Apakah kita seperti orang pertama ini?
Saat kita tidak belajar –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, tunjukan mujizat-Mu sehingga aku bisa naik kelas”
Saat kita ketauan nyontek –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, jangan sampai aku dapat hukuman dari guru”
Saat kita ketangkap polisi karena mengendarai motor tanpa helm –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, biarlah jangan sampai polisi tersebut menilang”
Seberapa sering kita ingin melepaskan diri dari hukuman atas dosa kita dan menggunakan Yesus?
Seberapa sering kita menantang-Nya untuk membuktikan kemahakuasaan-Nya untuk melepaskan dari hukuman atas dosa kita?
Seberapa sering kita “menyuruh” Yesus?

Kemudian kita bahas PENJAHAT 2

—–Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

– MEMPOSISIKAN DIRINYA SEBAGAI ORANG BERDOSA
– YAKIN KALAU YESUS AKAN DATANG SEBAGAI RAJA
– MENYERAHKAN SEGALA SESUATUNYA KEPADA YESUS

Mungkin kalau aku bahasakan dalam bahasa sehari-hari kurang lebih perkataan dari orang ke dua adalah seperti ini…
“Tuhan, aku bersalah, aku melakukan hal-hal berdosa, aku melakukan hal-hal yang tidak Engkau kehendaki, aku sadar dan siap untuk menerima atas hukuman dan akibatnya, tetapi Tuhan, ingatlah akan aku, ampuni dosaku, dan bila memang aku harus menjalani hukuman serta akibat, hadirlah bersama aku.” Mungkin itulah kurang lebih pembahasaannya.

Dua orang penjahat
Mendapatkan hukuman yang sama
Memiliki waktu sisa hidup yang hampir sama
Memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dengan Yesus
Tetapi memiliki hati yang berbeda

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sadar bahwa kita adalah orang yang berdosa?
Apakah kita mau “lari” dari hukuman serta akibat dari dosa yang kita lakukan dengan “menyuruh” Tuhan menunjukan mujizatnya?
Atau Apakah kita tetap bersedia menerima konsekwensi atas dosa-dosa kita tersebut dengan berharap bahwa Allah akan bersama ketika menjalani konsekwensinya?

“KITA HARUS SADAR BAHWA KITA ADALAH MANUSIA BERDOSA DAN BUTUH PERTOLONGAN YESUS”

—–Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”—–

– YESUS MELIHAT IMAN PERCAYA
– YESUS MELIHAT HATI SAAT INI DAN BUKAN MASA LALU
– YESUS MEMBERIKAN JANJI KESELAMATAN

Ini adalah respon Yesus kepada PENJAHAT 2 yang meminta diri-Nya agar mengingat orang ke dua tersebut. Setelah sebelumnya kita belajar dari bagaimana Yesus memberikan pengampunan serta mendoakan orang-orang yang berdosa, kita diberikan lagi informasi bagaimana Yesus kembali menunjukan kasih-Nya dengan berjanji kepada orang ke dua tersebut. Dalam kondisi fisik yang sangat-sangat sakit, Yesus melihat adanya perubahan hati dari PENJAHAT 2 tersebut, dan oleh karena itu Yesus memberikan janji kepada PENJAHAT 2 tersebut. Yesus memberikan suatu pernyataan kepada PENJAHAT 2 tersebut yang sudah memberikan pengakuan mengenai Yesus yang akan menjadi Sang Raja bahwa ia akan bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus.

Sebentar… Bersama Yesus? Di dalam Firdaus? Secepat itu? Semudah itu?
Dalam konteks cerita inilah kita bisa melihat implementasi dari suatu kasih karunia, seperti yang tertulis berikut ini…

—–Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.—–

Benar, bukan karena hasil usaha, bukan karena banyaknya perbuatan baik yang dilakukan selama hidup di dunia ini, tetapi karena ini pemberian Allah.

—–Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.-

—–Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.—–

—–Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.—–

Cerita ilustrasi:
Kasih karunia itu seperti saat kita memiliki uang Rp. 25.000,- dan ada mobil yang kita butuhkan dengan nilai Rp. 150.000.000,-. Kita tidak bisa membeli mobil tersebut dengan uang Rp. 25.000,- yang kita miliki, tetapi kemudian Tuhan datang dengan Rp. 150.000.000,- untuk membayar mobil tersebut agar dapat kita gunakan. Uang Rp. 25.000,- yang kita miliki kemudian digunakan untuk membeli pewangi mobil agar aroma di dalam mobil lebih harum. Apakah kita berhak untuk mengatakan bahwa mobil tersebut adalah hasil kerja keras kita?

MELALUI YESUSLAH KITA MENERIMA PENGAMPUNAN DARI ALLAH BAPA, ITU ADALAH KASIH KARUNIA-NYA, DAN BUKAN HASIL DARI PERBUATAN KITA

—–Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

Hal menarik lainnya adalah bagaimana orang ke dua tersebut melihat Yesus menunjukan kasih-Nya dengan berdoa memohon kepada Allah untuk pengampunan dosa mereka. Melalui hal tersebut orang ke dua bisa mengenal siapa Yesus serta bagaimana kasih-Nya sehingga ia bisa berseru kepada Yesus “Yesus, ingatlah akan aku”.
Kita sebagai yang sudah diselamatkan, adalah tugas kita untuk bisa berbuat kasih sehingga akan banyak orang-orang yang berseru “Yesus, ingatlah akan aku”, percaya serta memberikan dirinya kepada Yesus.

—–Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”—–

SEBAGAI ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN, KITA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK HIDUP DENGAN KASIH DAN DALAM KEBENARAN AGAR ORANG LAIN BISA MENGENAL YESUS KRISTUS DAN PERCAYA JUGA KEPADA-NYA

“Menjadi seorang Kristen”
Bukan MENGASIHI AGAR DIKASIHI tetapi DIKASIHI TUHAN UNTUK MENGASIHI SESAMA
Bukan MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI PERBUATAN BAIK tetapi MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI KASIH KARUNIA ALLAH
Bukan MENGEKSKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN tetapi MENGINKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN
Bukan MENUNJUKKAN DIRI SEBAGAI ORANG DENGAN IMAN PERCAYA PALING BENAR tetapi MENUNJUKAN BAHWAYESUSLAH KEBENARAN YANG MENJADI DASAR IMAN PERCAYA

Tuhan Yesus memberkati!

Scorpion (TV Series)


scorpion_intertitle

Mulai tertarik dengan film ini karena di deretan executive producersnya ada Alex Kurtzman dan Roberto Orci. Mungkin ngga banyak yang tau mereka itu siapa, tapi buat gw sendiri tandeman Alex Kurtzman dan Roberto Orci udah jadi semacam jaminan. Sebut aja Alias & Fringe di TV Series, Star Trek & Star Trek : Into Darkness, dan MI:III di layar lebar adalah hasil dari mereka berdua ditambah dengan J.J Abrams. Belum lagi kerja sama dengan Michael Bay di Transformer di dua seri awal dan juga tandem keduanya dengan Louis Leterrier di Now You See Me. Nah, seru-seru kan filmnya.

Nah sekarang keduanya hadir lagi dalam film Scorpion, film yang bercerita dengan kumpulan orang-orang jenius yang membantu Homeland untuk memecahkan problem-problem yang dihadapinya. Tim tersebut terdiri dari Walter O’Brien, seorang jenius yang di masa kecilnya berhasil meng-hack NASA untuk mendapatkan gambar yang akan ditempel menghias dinding kamarnya,  Toby Curtis, seorang psikiater yang mampu membaca kebiasaan dan gesture seseorang, Happy Quinn, seorang ahli mekanik mesin, Sylvester Dodd, seorang yang jago dalam perhitungan dan analisa, Cabe Gallo, seorang mantan marinir dan FBI yang sekarang bekerja dengan Homeland Security, dan Paige Dineen, seorang normal yang berfungsi sebagai penyeimbang serta jalur komunikasi dengan pihak luar yang juga memiliki anak yang jenius.

So far 1 season lebih, film ini cukup menghibur, case demi case yang dihandle cukup menarik, tetapi kalau dibandingkan dengan Alias dan Fringe sepertinya masih tertinggal cukup jauh dari ekspektasi gw. Mudah-mudahan aja di episode-episode yang akan datang akan muncul “bad guys” yang secara rutin hadir untuk meningkatkan tense dalam episode demi episode.

JONDA’S RATING : 4/5

 

Fantastic Beasts and Where to Find Them


fantastic_beasts_and_where_to_find_them_poster

Bukan fans garis keras Harry Potter, tapi menikmati episode demi episode Harry Potter layar lebar.

Gw baru tau film ini karena lagi pengen nonton aja sama istri gw.Coba browsing dan menemukan judul cukup menarik “Fantastic Beasts and …”, Film apa sih ini, kok bisa sampe tiga studio, bentar… Liat IMDB, wieewww… score 8.4 Sepertinya layak tonton nih, minta approval sekaligus ngajak istri, langsung cuss ke Bintaro Exchange. Rencana nonton di Bintaro Exchange jam 18.50 gagal, nyampe 10 menit sebelum mulai tinggal 2 baris di depan. Akhirnya mutusi untuk nonton yang 20.30. Untuk ukuran film layar lebar spin off dari Harry Potter dan J.K. Rowling, bioskop terhitung sepi, maksudnya di jam berikutnya masih dapet dua baris dari atas. Gw rasa cuma die hard fansnya Harry Potter aja yang ngeh film ini, lagian film ini juga kayaknya ngga terlalu banyak ngeluarin marketing cost.

Anyway, buat gw pribadi film ini memberikan nuansa baru dalam dunia penyihir, walaupun nuansa Harry Potternya masih kentel banget. Mulai dari movie titlenya keluar langsung keliatan kalau ini spin offnya.

Setting umurnya udah bukan anak kecil lagi, walaupun cukup safe untuk ditonton oleh anak kecil beranjak remaja dengan dampingan orang tua. J.K. Rowling nampaknya masih mau bermain di pembaca dan pengikut setia Harry Potter, karena karakter utamanya ya seumur Harry Potter yang sekarang. Menyenangkannya, terbuka kemungkinan untuk munculnya karakter Harry Potter tanpa harus terlalu sudah ngaduk-ngaduk timeline di dalamnya.

 

Film ini bercerita tentang Newt, seorang wizard dari Inggris yang datang ke America dengan suatu tujuan, ternyata dalam perjalanannya dihadapkan dengan beberapa problem. Newt yang menurut ukuran gw adalah wizard yang pendiem, sangat tidak berapi-api, mencoba membereskan problem tersebut satu per satu dengan ketenangannya. Karakter demi karakter diperkenalkan, protagonis dan antagonis…, walaupun agak2 mirip sih.. ada “Voldemortnya” ada yang agak-agak kayak “Snape”, dst. Untuk pemerannya gw bisa bilang castingnya keren, tapi harusnya ngga perlu pemain sekaliber Collin Farrell maupun Johnny Depp main di dalam film seperti ini.

Untuk detail-detail gambarnya bagus, kita bakal dibawain suatu bangunan seperti Hogwarts tepi konteksnya bukan sekolah melainkan tempat kerja. Setting kebanyakan di open space perkotaan, agak berbeda dengan Harry Potter. Efek-efek magic juga smooth, kurang lebih seperti Harry Potter.

Untuk flow cerita cukup mudah ditebak, tapi seperti biasa, pasti nilai-nilai yang bisa dipelajari. Oh iya, saran gw turunin ekspektasi elo melihat spell dahsyat di film ini, karena film ini lebih menekankan kepada hal-hal yang tidak berkaitan dengan kemampuan karakter utama memainkan tongkat ajaibnya.

Selamat menonton!!!