Yesus Melihat Hati


IMG_0895Lukas 23:39-43 (TB)

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Cerita ilustrasi:
Ada seorang pemuda yang sedang kuliah di luar kota. Suatu ketika pemuda tersebut dalam perjalanannya pulang dari kampus ke tempat kosnya, tiba-tiba karena hilang fokus akhirnya pemuda tersebut menabrak pagar sebuah rumah sangat keras hingga pemuda tersebut terlempar. Orang-orang di sekitarnya kemudian berkumpul dan melihat kondisi pemuda tersebut. Terlihat luka-luka ringan di badannya, pemuda itu pun bangun, bersamaan dengan itu agak terasa sakit di dadanya. Seorang ibu bertanya kepada pemuda tersebut apakah ada yang sakit? Apakah butuh dibawa ke dokter? Pemuda tersebut terlanjur malu karena kesalahannya sendiri ia menabrak pagar rumah, ia pun mengatakan bahwa kondisinya tidak apa-apa dan sehat-sehat saja. Kemudian pemuda itu kembali ke kosnya. Sesampainya di kos teman-teman di kosnya menanyakan tentang kecelakaan yang terjadi karena melihat luka-luka di tubuh pemuda tersebut, mereka pun menanyakan hal yang sama, apakah butuh dibawa ke dokter tetap kembali lagi pemuda tersebut menolaknya dan mengatakan bahwa nanti akan sembuh dengan sendirinya walaupun ia merasa bahwa dadanya agak sakit. Setelah itu pemuda tesebut melanjutkan aktivitasnya di kos dan kemudian beristirahat dan tidur dan tidak bangun bangun lagi. Diketahui setelahnya bahwa benturan akibat tabrakan tersebut membuat bagian dalam dadanya bengkak sehingga jantungnya mengalami gangguan.

Apa pelajaran dari ilustrasi tersebut?
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK SAKIT
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK BUTUH PERTOLONGAN
– MENGGAMPANGKAN HAL-HAL YANG PETING
– SAMPAI AKHIRNYA SAKITNYA BERAKIBAT KEMATIAN

Sangat berbahaya jika seseorang tidak sadar akan sakit yang dideritanya. Walaupun sudah banyak orang-orang memberitahu serta menawarkan pertolongan, tetapi tetap saja merasa dirinya tidak sakit dan tidak membutuhkan pertolongan, sampai akhirnya sakit tersebut mengakibatkan kematian.
Sama halnya dengan manusia, seringkali merasa bahwa tidak ada yang salah dengan diri sendiri, merasa tidak berdosa, ditegur orang lain, tetapi tetap keras kepala dan mengatakan tidak ada yang salah dan tidak butuh pertolongan, sampai akhirnya dosa tersebut mengakibatkan kematian ataupun dibawa terus sampai mati.

Masuk ke pembacaan Alkitab minggu ini….

Kita bahas dulu Penjahat 1

—–Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”—–

– TIDAK YAKIN BAHWA YANG DISALIBKAN ITU ADALAH KRISTUS
– MENYURUH YESUS UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA DENGAN MENGHAPUSKAN HUKUMAN

Bagaimana? Apakah kita seperti orang pertama ini?
Saat kita tidak belajar –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, tunjukan mujizat-Mu sehingga aku bisa naik kelas”
Saat kita ketauan nyontek –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, jangan sampai aku dapat hukuman dari guru”
Saat kita ketangkap polisi karena mengendarai motor tanpa helm –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, biarlah jangan sampai polisi tersebut menilang”
Seberapa sering kita ingin melepaskan diri dari hukuman atas dosa kita dan menggunakan Yesus?
Seberapa sering kita menantang-Nya untuk membuktikan kemahakuasaan-Nya untuk melepaskan dari hukuman atas dosa kita?
Seberapa sering kita “menyuruh” Yesus?

Kemudian kita bahas PENJAHAT 2

—–Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

– MEMPOSISIKAN DIRINYA SEBAGAI ORANG BERDOSA
– YAKIN KALAU YESUS AKAN DATANG SEBAGAI RAJA
– MENYERAHKAN SEGALA SESUATUNYA KEPADA YESUS

Mungkin kalau aku bahasakan dalam bahasa sehari-hari kurang lebih perkataan dari orang ke dua adalah seperti ini…
“Tuhan, aku bersalah, aku melakukan hal-hal berdosa, aku melakukan hal-hal yang tidak Engkau kehendaki, aku sadar dan siap untuk menerima atas hukuman dan akibatnya, tetapi Tuhan, ingatlah akan aku, ampuni dosaku, dan bila memang aku harus menjalani hukuman serta akibat, hadirlah bersama aku.” Mungkin itulah kurang lebih pembahasaannya.

Dua orang penjahat
Mendapatkan hukuman yang sama
Memiliki waktu sisa hidup yang hampir sama
Memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dengan Yesus
Tetapi memiliki hati yang berbeda

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sadar bahwa kita adalah orang yang berdosa?
Apakah kita mau “lari” dari hukuman serta akibat dari dosa yang kita lakukan dengan “menyuruh” Tuhan menunjukan mujizatnya?
Atau Apakah kita tetap bersedia menerima konsekwensi atas dosa-dosa kita tersebut dengan berharap bahwa Allah akan bersama ketika menjalani konsekwensinya?

“KITA HARUS SADAR BAHWA KITA ADALAH MANUSIA BERDOSA DAN BUTUH PERTOLONGAN YESUS”

—–Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”—–

– YESUS MELIHAT IMAN PERCAYA
– YESUS MELIHAT HATI SAAT INI DAN BUKAN MASA LALU
– YESUS MEMBERIKAN JANJI KESELAMATAN

Ini adalah respon Yesus kepada PENJAHAT 2 yang meminta diri-Nya agar mengingat orang ke dua tersebut. Setelah sebelumnya kita belajar dari bagaimana Yesus memberikan pengampunan serta mendoakan orang-orang yang berdosa, kita diberikan lagi informasi bagaimana Yesus kembali menunjukan kasih-Nya dengan berjanji kepada orang ke dua tersebut. Dalam kondisi fisik yang sangat-sangat sakit, Yesus melihat adanya perubahan hati dari PENJAHAT 2 tersebut, dan oleh karena itu Yesus memberikan janji kepada PENJAHAT 2 tersebut. Yesus memberikan suatu pernyataan kepada PENJAHAT 2 tersebut yang sudah memberikan pengakuan mengenai Yesus yang akan menjadi Sang Raja bahwa ia akan bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus.

Sebentar… Bersama Yesus? Di dalam Firdaus? Secepat itu? Semudah itu?
Dalam konteks cerita inilah kita bisa melihat implementasi dari suatu kasih karunia, seperti yang tertulis berikut ini…

—–Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.—–

Benar, bukan karena hasil usaha, bukan karena banyaknya perbuatan baik yang dilakukan selama hidup di dunia ini, tetapi karena ini pemberian Allah.

—–Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.-

—–Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.—–

—–Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.—–

Cerita ilustrasi:
Kasih karunia itu seperti saat kita memiliki uang Rp. 25.000,- dan ada mobil yang kita butuhkan dengan nilai Rp. 150.000.000,-. Kita tidak bisa membeli mobil tersebut dengan uang Rp. 25.000,- yang kita miliki, tetapi kemudian Tuhan datang dengan Rp. 150.000.000,- untuk membayar mobil tersebut agar dapat kita gunakan. Uang Rp. 25.000,- yang kita miliki kemudian digunakan untuk membeli pewangi mobil agar aroma di dalam mobil lebih harum. Apakah kita berhak untuk mengatakan bahwa mobil tersebut adalah hasil kerja keras kita?

MELALUI YESUSLAH KITA MENERIMA PENGAMPUNAN DARI ALLAH BAPA, ITU ADALAH KASIH KARUNIA-NYA, DAN BUKAN HASIL DARI PERBUATAN KITA

—–Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

Hal menarik lainnya adalah bagaimana orang ke dua tersebut melihat Yesus menunjukan kasih-Nya dengan berdoa memohon kepada Allah untuk pengampunan dosa mereka. Melalui hal tersebut orang ke dua bisa mengenal siapa Yesus serta bagaimana kasih-Nya sehingga ia bisa berseru kepada Yesus “Yesus, ingatlah akan aku”.
Kita sebagai yang sudah diselamatkan, adalah tugas kita untuk bisa berbuat kasih sehingga akan banyak orang-orang yang berseru “Yesus, ingatlah akan aku”, percaya serta memberikan dirinya kepada Yesus.

—–Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”—–

SEBAGAI ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN, KITA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK HIDUP DENGAN KASIH DAN DALAM KEBENARAN AGAR ORANG LAIN BISA MENGENAL YESUS KRISTUS DAN PERCAYA JUGA KEPADA-NYA

“Menjadi seorang Kristen”
Bukan MENGASIHI AGAR DIKASIHI tetapi DIKASIHI TUHAN UNTUK MENGASIHI SESAMA
Bukan MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI PERBUATAN BAIK tetapi MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI KASIH KARUNIA ALLAH
Bukan MENGEKSKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN tetapi MENGINKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN
Bukan MENUNJUKKAN DIRI SEBAGAI ORANG DENGAN IMAN PERCAYA PALING BENAR tetapi MENUNJUKAN BAHWAYESUSLAH KEBENARAN YANG MENJADI DASAR IMAN PERCAYA

Tuhan Yesus memberkati!

Scorpion (TV Series)


scorpion_intertitle

Mulai tertarik dengan film ini karena di deretan executive producersnya ada Alex Kurtzman dan Roberto Orci. Mungkin ngga banyak yang tau mereka itu siapa, tapi buat gw sendiri tandeman Alex Kurtzman dan Roberto Orci udah jadi semacam jaminan. Sebut aja Alias & Fringe di TV Series, Star Trek & Star Trek : Into Darkness, dan MI:III di layar lebar adalah hasil dari mereka berdua ditambah dengan J.J Abrams. Belum lagi kerja sama dengan Michael Bay di Transformer di dua seri awal dan juga tandem keduanya dengan Louis Leterrier di Now You See Me. Nah, seru-seru kan filmnya.

Nah sekarang keduanya hadir lagi dalam film Scorpion, film yang bercerita dengan kumpulan orang-orang jenius yang membantu Homeland untuk memecahkan problem-problem yang dihadapinya. Tim tersebut terdiri dari Walter O’Brien, seorang jenius yang di masa kecilnya berhasil meng-hack NASA untuk mendapatkan gambar yang akan ditempel menghias dinding kamarnya,  Toby Curtis, seorang psikiater yang mampu membaca kebiasaan dan gesture seseorang, Happy Quinn, seorang ahli mekanik mesin, Sylvester Dodd, seorang yang jago dalam perhitungan dan analisa, Cabe Gallo, seorang mantan marinir dan FBI yang sekarang bekerja dengan Homeland Security, dan Paige Dineen, seorang normal yang berfungsi sebagai penyeimbang serta jalur komunikasi dengan pihak luar yang juga memiliki anak yang jenius.

So far 1 season lebih, film ini cukup menghibur, case demi case yang dihandle cukup menarik, tetapi kalau dibandingkan dengan Alias dan Fringe sepertinya masih tertinggal cukup jauh dari ekspektasi gw. Mudah-mudahan aja di episode-episode yang akan datang akan muncul “bad guys” yang secara rutin hadir untuk meningkatkan tense dalam episode demi episode.

JONDA’S RATING : 4/5

 

Fantastic Beasts and Where to Find Them


fantastic_beasts_and_where_to_find_them_poster

Bukan fans garis keras Harry Potter, tapi menikmati episode demi episode Harry Potter layar lebar.

Gw baru tau film ini karena lagi pengen nonton aja sama istri gw.Coba browsing dan menemukan judul cukup menarik “Fantastic Beasts and …”, Film apa sih ini, kok bisa sampe tiga studio, bentar… Liat IMDB, wieewww… score 8.4 Sepertinya layak tonton nih, minta approval sekaligus ngajak istri, langsung cuss ke Bintaro Exchange. Rencana nonton di Bintaro Exchange jam 18.50 gagal, nyampe 10 menit sebelum mulai tinggal 2 baris di depan. Akhirnya mutusi untuk nonton yang 20.30. Untuk ukuran film layar lebar spin off dari Harry Potter dan J.K. Rowling, bioskop terhitung sepi, maksudnya di jam berikutnya masih dapet dua baris dari atas. Gw rasa cuma die hard fansnya Harry Potter aja yang ngeh film ini, lagian film ini juga kayaknya ngga terlalu banyak ngeluarin marketing cost.

Anyway, buat gw pribadi film ini memberikan nuansa baru dalam dunia penyihir, walaupun nuansa Harry Potternya masih kentel banget. Mulai dari movie titlenya keluar langsung keliatan kalau ini spin offnya.

Setting umurnya udah bukan anak kecil lagi, walaupun cukup safe untuk ditonton oleh anak kecil beranjak remaja dengan dampingan orang tua. J.K. Rowling nampaknya masih mau bermain di pembaca dan pengikut setia Harry Potter, karena karakter utamanya ya seumur Harry Potter yang sekarang. Menyenangkannya, terbuka kemungkinan untuk munculnya karakter Harry Potter tanpa harus terlalu sudah ngaduk-ngaduk timeline di dalamnya.

 

Film ini bercerita tentang Newt, seorang wizard dari Inggris yang datang ke America dengan suatu tujuan, ternyata dalam perjalanannya dihadapkan dengan beberapa problem. Newt yang menurut ukuran gw adalah wizard yang pendiem, sangat tidak berapi-api, mencoba membereskan problem tersebut satu per satu dengan ketenangannya. Karakter demi karakter diperkenalkan, protagonis dan antagonis…, walaupun agak2 mirip sih.. ada “Voldemortnya” ada yang agak-agak kayak “Snape”, dst. Untuk pemerannya gw bisa bilang castingnya keren, tapi harusnya ngga perlu pemain sekaliber Collin Farrell maupun Johnny Depp main di dalam film seperti ini.

Untuk detail-detail gambarnya bagus, kita bakal dibawain suatu bangunan seperti Hogwarts tepi konteksnya bukan sekolah melainkan tempat kerja. Setting kebanyakan di open space perkotaan, agak berbeda dengan Harry Potter. Efek-efek magic juga smooth, kurang lebih seperti Harry Potter.

Untuk flow cerita cukup mudah ditebak, tapi seperti biasa, pasti nilai-nilai yang bisa dipelajari. Oh iya, saran gw turunin ekspektasi elo melihat spell dahsyat di film ini, karena film ini lebih menekankan kepada hal-hal yang tidak berkaitan dengan kemampuan karakter utama memainkan tongkat ajaibnya.

Selamat menonton!!!

Movie – The Fundamentals of Caring


the_fundamentals_of_caring_poster

 

Setelah cukup lama ngga nonton film layar lebar akhirnya pilihan berikutnya dateng ke film di Netflix “The Fundamental of Caring”. Kenapa milih film ini, soalnya rating di Netflixnya tinggi. Hahaha… Gampang banget ya alasannya. Selain rating tinggi sebenarnya ada alasan lain yaitu adanya Paul Rudd sama Selena Gomez di deretan pemeran. Setelah gw coba liat-liat lagi di Wikipedia, ternyata produser dan sutradara film ini adalah Rob Burnett. Siapa itu Rob Burnett? Ternyata dia sempet jadi Executive Producer Lateshow with David Letterman, dan terlibat juga di serial Ed dan Everybody Loves Raymond.

Film drama ini bercerita tentang seorang caregiver, Ben (Paul Rudd) yang baru memulai bekerja setelah melalui pelatihan. Ben menjadi caregiver untuk Trevor (Craig Roberts) seorang remaja/pemuda 18 tahun, yang mengidap Duchenne Muscular Dystrophy (Distrofi Otot Duchenne),  penyakit yang menjangkiti 1 dari 3.600 anak laki-laki yang menyebabkan degenerasi otot dan kematian. Trevor tidak bisa bergerak dan berdiri sendiri, jadi kesehariannya hanya dihabiskan di atas kursi rodanya saja dengan menonton. Elsa, ibu Trevor tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai bank manager, sehingga memutuskan untuk menyerahkan tanggung jawab di rumahnya kepada Ben.

Trevor bukan pemuda biasa, sering sekali sifat iseng dari dalam dirinya diluapkan kepada orang-orang di sekitarnya, terutama Ben yang baru saja bekerja. Berjalan dengan waktu Ben mulai mengenal Trevor lebih baik lagi. Salah satu yang diketahuinya adalah ketertarikan Trevor untuk dunia luar, yang menjadi dasar bagi Ben untuk mendorong Trevor untuk melakukan perjalanan luar kota ke lokasi yang diimpikannya.

Sisa film ini bercerita tentang perjalanan tersebut, bagaimana akhirnya mereka berdua bertemu dengan Dot (Selena Gomez) dan Peaches di perjalanan dan mengajak mereka berdua untuk ikut serta dalam perjalanan tersebut. Selain itu, perlahan cerita masa lalu Ben juga mulai terungkap, termasuk kenapa akhirnya merubah profesinya dari seorang penulis menjadi caregiver.

Overall menurut gw film ini bagus. Jalan cerita yang cukup simple, gampang dimengerti dan memiliki kedalaman peran dari masing-masing karakter.Pesan dari film ini untuk terus hidup berjuang dan berani mengambil tantangan baru juga dengan baik tersampaikan.

Well, just enjoy it then.

 

Apakah kita membatasi kemahakuasaan Allah?


Awalnya berangkat dari materi khotbah di salah satu gereja pada hari Minggu. Sebenarnya konteksnya bukan berbicara mengenai kemahakuasaan Allah, tetapi ntah kenapa yang masuk ke gw adalah hal ini.

Mayoritas kepercayaan bagi banyak orang sifatnya monoteisme, satu Allah, dengan kemampuan tak terbatas atau bisa disebut sebagai Yang Maha Kuasa. “Allah itu memiliki kuasa yang tidak terbatas, dapat melakukan apa saja bahkan yang tidak dibayangkan manusia.” Kurang lebih statement seperti itu yang sering kita dengar sebagai bentuk perwujudan iman percaya kita. Nah di tulisan kali ini gw coba jabarin pandangan gw mengenai kemahakuasaan Allah.

Gw coba mencari beberapa referensi ayat dari kitab suci sesuai kepercayaan iman gw, nah yang kurang lebih keluar adalah sebagai berikut:

  • Kejadian 18:14 “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?” Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang keluar dalam rangka meyakinkan manusia, dalam konteks ini adalah Abraham, agar percaya bahwa akan ada keturunan dari istrinya Sarah yang sudah bertahun-tahun tidak bisa memiliki Allah. Mungkin pembahasaan sehari-harinya jadi begini “Ha, apa? Lo ngga percaya kalau Allah lo ini maha kuasa dan bisa melakukan apapun?”
  • Wahyu 1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”Dalam konteks ini Allah kembali menyatakan bahwa tidak ada yg bisa membatasi kekuasaan Allah.

Yang menarik sekarang ini adalah bagaimana kemahakuasaan Allah ini dimengerti oleh orang-orang yang menyatakan dirinya bahwa mereka percaya dengan Allah. Pemahaman yang salah atau kurang tepat pastinya akan memberikan pergeseran terhadap makna kemahakuasaan. Berdasarkan analisa pribadi gw kondisi saat ini, kemahakuasaan ini sering kali mengalami perubahan makna dikarenakan dua hal, pemahaman KITAB SUCI dan pemahaman PEMUKA AGAMA. Pasti banyak yang akan berdebat mengenai kedua hal tersebut.

“Bro, gila lo, KITAB SUCI merubah makna kemahakuasaan Allah?” Sabar Bro, bukan Kitab Sucinya, tetapi pemahamannya. Buat gw pribadi Kitab Suci itu hanya sebagian dari deskripsi dari Allah yang kita percaya. Kitab Suci itu walaupun merupakan wahyu atau pun perkataan Tuhan, tetapi kontekstual ruang dan waktu tidak sepenuhnya tepat di segala kondisi. Kitab Suci itu bukan untuk disembah, Kitab Suci itu untuk memperkenalkan kita kepada Allah yang kita percayai. Kitab Suci itu menjadi penuntun bagaimana kita bisa memiliki hubungan yang intim dengan Allah kita. Bukan Kitab Sucinya, tetapi Allah lah yang paling utama. Simplenya gini, kemahakuasaan Allah seakan terbatas, bahwa untuk menciptakan bumi dan segala isinya dibutuhkan 7 hari, tapi pemahaman yang lebih luas lagi adalah bahwa sebenarnya jika Allah mau menciptakan dalam satu jam juga memungkinkan kok. Tetapi Allah menciptakan dalam 7 hari agar setiap hari tersebut bisa ada maknanya, Tuhan memperkenalkan yang namanya proses, persiapan, pelaksanaan dan segala sesuatunya.

Nah, yang ke dua ini juga seru. PEMUKA AGAMA, atau orang yang dianggap lebih mengerti mengenai Allah. Terkadang, karena orang tersebut sudah melalui pendidikan atau pengalaman pribadi merasa bahwa dirinya lebih mengerti segala-galanya. Parahnya, dalam kondisi tersebut banyak yang mengambil kesempatan untuk menyatakan dirinya adalah utusan/kiriman Tuhan dan meminta berfokus pada dirinya dibandingkan fokus kepada Tuhan. Namanya manusia itu terbatas, pemahaman terbatas, pengetahuan terbatas, eksekusi terbatas. Sama halnya dengan Kitab Suci, setiap makhluk yang ada tujuan mulianya adalah untuk menyembah Tuhan dan menjadi berkat untuk sesama. Menjadi berkat untuk sesama itu lah peranan manusia untuk memperkenalkan manusia lainnya kepada Allah.

Menarik. Sangat menarik. Semakin kita mendalami Kitab Suci kita akan semakin tau bagaimana Allah kita. Bagaimana Dia bertindak, bagaimana Dia memberikan apresiasi, bagaimana Dia menghukum. Tapi ternyata lebih dari pada itu. Kita ngga bisa hanya sekedar “TAU” tetapi kita harus “KENAL” Tuhan untuk bisa mengetahui kemahakuasaannya. Bagaimana kita mengenal Tuhan? Ya pastinya dengan kita berkomunikasi dengan Tuhan, kita berbicara dan kita mendengarkan. Keduanya memiliki keterikatan dan tidak bisa dipisahkan. Ketika kita mengenal Allah secara pribadi, barulah kita bisa melihat Allah yang memiliki kemahakuasaan lebih dari pada sekedar Kitab Suci maupun pemimpin agama.

Sekarang pertanyaannya, apakah Kitab Suci yang kita baca, dan ajaran yang kita dengar dari pemimpin agama tersebut malahan membatasi kemahakuasaan Allah?

Selamat mengenal Allah dan menikmati kemahakuasaan Allah.

 

 

Black Mirror – TV Series


blackmirrortitlecard

Setelah lebih dari 6 bulan ngga nulis apa-apa, akhirnya memutuskan untuk nulis lagi dari pada web ini dianggurin. 🙂

Edisi kali ini akan bahas mengenai salah satu TV Series yang baru mulai gw tonton dengan judul “Black Mirror”. Berawal dari keisengan browsing TV Series di Netflix, akhirnya gw memutuskan untuk nonton TV Series dengan bintang 4 ini.

Episode pertama judulnya “The National Anthem”, berlatar belakang Inggris, episode ini bercerita tentang PM Inggris yang mendapat video ancaman dari penculik putri kerajaan. Ancamannya ngga main-main, membunuh putri kerajaan, tetapi tebusannya yang memang membuat orang banyak berpikir. Sang penculik meminta agar PM Inggris tersebut melakukan *maaf* hubungan seks dengan babi. Yang lebih parahnya lagi, ternyata video tersebut tidak diberikan secara privat kepada PM Inggris, melainkan sudah dipublish melalui Youtube yang tentunya sudah menjadi konsumsi rakyat Inggris pada umumnya.

Kecepatan tersebarnya video tersebut tidak bisa terbendung oleh koordinasi yang sudah dilakukan dari pemerintah dengan seluruh media di Inggris, malah berita-berita tersebut lebih dulu menjadi konsumsi dunia internasional, baru kemudian disampaikan dengan sopan oleh media di Inggris.

PM Inggris tersebut tentunya tidak tinggal diam, bersama anggota pemerintah lainnya berusaha untuk bisa mendapatkan putri kerajaan kembali tanpa harus mengekspos PM Inggris untuk melakukan hal yang memalukan tersebut. Segala upaya untuk mengakali termonitor dengan baik oleh sang penculik yang memaksa sang penculik melakukan sesuatu kepada putri kerajaan.

Ngga enak nih kalau diceritain semuanya, bakalan jadi spoiler… 🙂 Tapi percaya deh nonton TV Series ini bakalan ngebukain mengenai betapa teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Bagaimana teknologi bisa dieksploitasi untuk suatu hal yang baik dan buruk.

TV Series ini cukup unik, karena setiap episode tidak saling berhubungan, memiliki pemeran berbeda, bisa beda konteks waktu, dll. Tetapi yang membuat semua hal tersebut sinergi adalah ceritanya yang berfokus kepada teknologi dan implementasinya.

So far TV Series ini sudah berjalan 2 Season dengan special 1 episode. Setiap Season memiliki 3 episode dengan cerita yang berbeda satu dengan yang lainnya. Setelah baca-baca ternyata TV Series ini dimulai sejak tahun 2011 untuk season 1, 2013 untuk season 2, 2014 untuk special. Untuk dua season pertama produksi dilakukan oleh Channel 4, sementara Netflix mengambil alih mulai season ke 3 dan seterusnya.

Yeps, itu kurang lebih rekomendasi TV Series dari gw saat ini. Selamat menonton!

Source : https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Mirror_(TV_series)

 

Notes – Berkat


Salah satu broadcast message masuk ke ponsel di pagi hari, kurang lebih isinya seperti ini…

“Jangan khawatir dengan berkat yang belum kita terima. Khawatirlah dengan berkat yang sudah kita terima tetapi belum disyukuri.”

Berharap mendapatkan berkat mungkin tidak salah.. Tetapi kalau fokus kita lebih ke harapan akan berkat yang akan kita terima maka kita pun akan kehabisan waktu untuk mensyukuri berkat yang sudah kita terima.

Seringkah kita setelah menerima berkat dan langsung berharap bahwa berkat akan lebih banyak di kemudian hari tanpa kita mengucap syukur?

Simple saja, apakah kita menyempatkan berdoa dan mengucap syukur bahwa gaji bulanan kita masuk setiap akhir bulan? Atau kita sudah menjadi terbiasa dengan gaji yang masuk tersebut sehingga itu adalah rutinitas yang sudah seharusnya terjadi?

Saya pun masih jauh dari sempurna, lebih sering mengatur target yang baru untuk mendapatkan berkat yang lebih banyak, dan kurang menganggap bahwa berkat yang rutin bukanlah suatu berkat yang perlu disyukuri. Tapi tulisan di atas kembali mengingatkan, bahwa masih ada waktu untuk berubah..