Predestination #moviereview


Predestination_poster

Film ini merupakan salah satu film dengan twisted ending (sebenernya bukan cuma di ending doang sih) yang menurut gw kompit dan futuristik. Dari sisi plot cerita dibangun dengan amat baik, awalnya segala sesuatu abstrak, dari satu cerita lompat ke cerita lainnya, tetapi kemudian satu per satu cerita mulai disambungkan benang merah. Satu per satu twisted story pun dibuka perlahan dengan amat baik dan membuat gw pribadi penasaran untuk cerita-cerita di depannya. Tapi memang disarankan untuk menonton ini tidak terputus dan tidak sambil mainan game di smartphone atau WA dengan temen :D, soalnya kemungkinan besar bakalan keskip bagian-bagian terpenting dalam cerita.

Dari casts, awalnya yang terlihat dijual dalam poster film ini adalah Ethan Hawke, tapi setelah menonton secara keseluruhan, gw harus angkat topi untuk Sarah Snook. Keren banget menurut gw gimana dia mengeksplor karakter yang dimainkannya.

Overall gw happy banget dengan film seperti ini, ngga perlu pemain film terkenal, ngga perlu hi tech visual, tapi futuristik dan plot cerita. Recommended!!!

Advertisements

Kingsman: The Golden Circle #moviereview


kingsman2-foxmovies-poster-colin

Harry is back!

Pertama kali tau Harry ternyata ngga mati seperti yang terjadi di Kingsman: The Secret Service seneng banget, tapi kenapa harus dikeluarin di trailer sih, kan lebih keren kalau tau pas nonton aja! Hahaha…

But anyway, balik ke review film. Menurut gw sang sutradara, Matthew Vaughn dalam film ini berhasil kembali memberikan tontonan yang lumayan seru dan lebih fresh daripada film agen sejenisnya. Ngga ada scene yang dragging, banyak humornya, fun to watch lah. Beberapa kali kerja bareng Guy Ritchie sepertinya mempengaruhi gimana Vaughn nge-direct film Kingsman, british banget.

Dari sisi cast, banyaknya nama terkenal seperti Julianne Moore, Halle Berry, Elton John, Channing Tatum, dan Jeff Bridges ngga ngebuat Taron Egerton (Eggsy) redup. Egerton pun nampaknya nyaman juga ditandemin untuk kedua kalinya dengan Colin Firth dan berhasil mengimbanginya.

Orisinalitas film ini sepertinya masih di bawah film Kingsman sebelumnya. Jalan cerita relatif mudah  ditebak hanya tinggal mengandalkan keseruan setiap scene saja. Kecanggihan teknologi juga tidak terlalu terlihat banyak dalam film ini, walaupun teknologi yang digunakan untuk menyelamatkan Harry sangat-sangat menginspirasi bila ternyata nanti di depannya bisa diwujudkan.

Buat yang weekend ini masih kosong, cobain aja nonton film ini, tapi saran gw tonton Kingsman sebelumnya supaya bisa dapetin benang merahnya.

Myscore: 7/10

Ujian Naik Level


Lukas 4:1-13

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”
4:4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Sadarkah kita bahwa untuk naik level, umumnya kita harus melalui suatu ujian untuk bisa membuktikan bahwa kita memiliki suatu kriteria untuk bisa melakukan suatu tanggung jawab yang lebih besar?

Hal ini yang dialami Yesus dalam injil Lukas 4. Di bagian awal hidup Yesus, sebelum berkhotbah dari satu tempat ke tempat lainnya, sebelum melakukan mujizat 5 roti dan dua ikan, sebelum melakukan mujizat membangkitkan orang mati, Yesus menghadapi suatu ujian penting. Dibawa Roh Kudus ke padang gurun, tidak makan selama 40 hari, saat Ia lapar, saat itulah Iblis bekerja.

Tetapi menggoda Yesus ternyata tidak semudah itu, memang tidak tertulis dalam Alkitab, tetapi terbayang bagaimana Yesus mempergunakan waktu 40 hari tersebut dalam kesendirian-Nya mendekatkan diri kepada Allah Bapa, Sang Pencipta. Percakapan dengan Allah Bapa, atau merenungkan kembali taurat-taurat yang pernah dipelajarinya mungkin menjadi isi hari-hari yang dilalui Yesus. Yesus berserah sepenuhnya pada Allah dalam masa-masa tersebut. Tapi Yesus tetaplah seorang manusia, tubuh jasmani-Nya tetap membutuhkan asupan, setelah 40 hari tidak makan, saat itulah Ia mulai merasa lapar.

Rasa lapar inilah yang ingin digunakan Iblis untuk bisa mencobai Yesus. Iblis ingin mengajak Yesus berpikir tentang dirinya sendiri. Penekanan penggunaan kata “Jika Engkau Anak Allah” adalah salah satu cara Iblis untuk “mengangkat” derajat Yesus serta mengajak-Nya menggunakan kekuasaan-Nya untuk bisa mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menyadari bahwa ini adalah Iblis yang sedang bekerja, dan bagaimana Yesus menjawabnya menunjukan kualitas pemahaman Yesus akan taurat Tuhan. Yesus mengutip taurat Tuhan dari Ulangan 8:2-3 sebagai respon.

8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Ujian pertama berhasil dilalui oleh Yesus. Iblis tidak putus asa. Kemudian dibawanya Yesus ke tempat yang tinggi, dimana Yesus bisa melihat semua kerajaan dunia. Iblis menawarkan seluruh kerajaan dunia kepada Yesus, tetapi dengan catatan Yesus harus menyembah iblis. Yesus kembali menggunakan pengetahuannya akan taurat Tuhan yang bercerita mengenai bangsa Israel yang diberikan peringatan seperti tertulis dalam Ulangan 6:10-13.

6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu–kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami–dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
6:13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

Yesus memahami dengan baik bahwa segala sesuatu yang diberikan pada diri-Nya adalah berasal dari Allah Bapa, sekalipun iblis menawarkan kerajaan, Yesus mengerti benar bahwa sebenarnya kerajaan tersebut adalah milik Allah Bapa, dan hanya kepada Allah Bapa saja seharusnya Yesus menyembah. Berdasarkan taurat Tuhan tersebut Yesus kembali menolak untuk godaan dari iblis untuk mendapatkan kerajaan dunia.

Iblis pun tidak putus harapan, Yesus dibawa ke Yerusalem untuk naik di bubungan Bait Allah. Kali ini iblis mempergunakan taurat Tuhan untuk mencobai Yesus, mengutip dari Mazmur 91:11,12

91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Iblis mengira bahwa dengan menggunakan kebenaran yang datangnya dari taurat Tuhan, Yesus bisa tergoda dan jatuh kedalam pencobaan. Tetapi ternyata pemahaman Yesus akan taurat Tuhan jauh lebih tinggi. Yesus pun kembali mengutip dari taurat Tuhan yang terdapat dalam Ulangan 6:16

6:16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Sebagai catatan, Masa (dan Meriba) adalah tempat peringatan di mana bangsa Israel mengeluh haus kepada Musa dan mempertanyakan kepada Musa untuk apa mereka dibebaskan dari Mesir kalau ternyata harus mati dalam perjalanan ke tanah perjanjian, seakan-akan tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Dengan berdasarkan taurat Tuhan ini Yesus menegaskan kembali bahwa Tuhan itu ada dan hadir dalam kehidupan setiap orang, dan tidak perlu mencobai Tuhan hanya untuk melihat kehadiran Tuhan. Sesudah pencobaan ini iblispun mundur untuk mencari waktu yang lebih baik.

Ujian naik level Yesus tidak berbicara tentang karya-Nya, atau tentang Mujizat-Nya, melainkan tentang keteguhan hati serta iman-Nya untuk tetap fokus kepada Allah Bapa di tengah godaan yang datang dalam kehidupan-Nya. Setelah ujian tersebut dilewati, Yesus pun dapat mengerjakan segala karya yang sudah dipersiapkan oleh Allah Bapa.

Kenapa ujian naik level tersebut penting? Mungkin kita bisa bayangkan kalau ternyata Yesus belum terbukti keteguhan imannya, lalu mengerjakan segala mujizat, memberi makan orang banyak, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, atau mujizat-mujizat lainnya, bisa saja kemuliaan yang diberikan akhirnya dinikmati sendiri untuk mendapatkan kemuliaan dan dan bukan untuk meninggikan Allah Bapa. Yesus, walaupun sebagai Anak Allah yang turun ke dunia, tetap menempatkan dirinya sebagai manusia dan memberikan segala kemuliaan bagi Allah Bapa.

Jadi, bagaimana dengan diri kita masing-masing? Apakah kita sudah berhasil melewati ujian naik level? Atau kita masih berfokus untuk hal-hal yang ingin kita dapatkan secara duniawi?

Selamat melewati ujian naik level!

 

Yesus Melihat Hati


IMG_0895Lukas 23:39-43 (TB)

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Cerita ilustrasi:
Ada seorang pemuda yang sedang kuliah di luar kota. Suatu ketika pemuda tersebut dalam perjalanannya pulang dari kampus ke tempat kosnya, tiba-tiba karena hilang fokus akhirnya pemuda tersebut menabrak pagar sebuah rumah sangat keras hingga pemuda tersebut terlempar. Orang-orang di sekitarnya kemudian berkumpul dan melihat kondisi pemuda tersebut. Terlihat luka-luka ringan di badannya, pemuda itu pun bangun, bersamaan dengan itu agak terasa sakit di dadanya. Seorang ibu bertanya kepada pemuda tersebut apakah ada yang sakit? Apakah butuh dibawa ke dokter? Pemuda tersebut terlanjur malu karena kesalahannya sendiri ia menabrak pagar rumah, ia pun mengatakan bahwa kondisinya tidak apa-apa dan sehat-sehat saja. Kemudian pemuda itu kembali ke kosnya. Sesampainya di kos teman-teman di kosnya menanyakan tentang kecelakaan yang terjadi karena melihat luka-luka di tubuh pemuda tersebut, mereka pun menanyakan hal yang sama, apakah butuh dibawa ke dokter tetap kembali lagi pemuda tersebut menolaknya dan mengatakan bahwa nanti akan sembuh dengan sendirinya walaupun ia merasa bahwa dadanya agak sakit. Setelah itu pemuda tesebut melanjutkan aktivitasnya di kos dan kemudian beristirahat dan tidur dan tidak bangun bangun lagi. Diketahui setelahnya bahwa benturan akibat tabrakan tersebut membuat bagian dalam dadanya bengkak sehingga jantungnya mengalami gangguan.

Apa pelajaran dari ilustrasi tersebut?
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK SAKIT
– MERASA BAHWA DIRINYA TIDAK BUTUH PERTOLONGAN
– MENGGAMPANGKAN HAL-HAL YANG PETING
– SAMPAI AKHIRNYA SAKITNYA BERAKIBAT KEMATIAN

Sangat berbahaya jika seseorang tidak sadar akan sakit yang dideritanya. Walaupun sudah banyak orang-orang memberitahu serta menawarkan pertolongan, tetapi tetap saja merasa dirinya tidak sakit dan tidak membutuhkan pertolongan, sampai akhirnya sakit tersebut mengakibatkan kematian.
Sama halnya dengan manusia, seringkali merasa bahwa tidak ada yang salah dengan diri sendiri, merasa tidak berdosa, ditegur orang lain, tetapi tetap keras kepala dan mengatakan tidak ada yang salah dan tidak butuh pertolongan, sampai akhirnya dosa tersebut mengakibatkan kematian ataupun dibawa terus sampai mati.

Masuk ke pembacaan Alkitab minggu ini….

Kita bahas dulu Penjahat 1

—–Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”—–

– TIDAK YAKIN BAHWA YANG DISALIBKAN ITU ADALAH KRISTUS
– MENYURUH YESUS UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA DENGAN MENGHAPUSKAN HUKUMAN

Bagaimana? Apakah kita seperti orang pertama ini?
Saat kita tidak belajar –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, tunjukan mujizat-Mu sehingga aku bisa naik kelas”
Saat kita ketauan nyontek –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, jangan sampai aku dapat hukuman dari guru”
Saat kita ketangkap polisi karena mengendarai motor tanpa helm –> “Yesus, kalau Engkau Tuhan, biarlah jangan sampai polisi tersebut menilang”
Seberapa sering kita ingin melepaskan diri dari hukuman atas dosa kita dan menggunakan Yesus?
Seberapa sering kita menantang-Nya untuk membuktikan kemahakuasaan-Nya untuk melepaskan dari hukuman atas dosa kita?
Seberapa sering kita “menyuruh” Yesus?

Kemudian kita bahas PENJAHAT 2

—–Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

– MEMPOSISIKAN DIRINYA SEBAGAI ORANG BERDOSA
– YAKIN KALAU YESUS AKAN DATANG SEBAGAI RAJA
– MENYERAHKAN SEGALA SESUATUNYA KEPADA YESUS

Mungkin kalau aku bahasakan dalam bahasa sehari-hari kurang lebih perkataan dari orang ke dua adalah seperti ini…
“Tuhan, aku bersalah, aku melakukan hal-hal berdosa, aku melakukan hal-hal yang tidak Engkau kehendaki, aku sadar dan siap untuk menerima atas hukuman dan akibatnya, tetapi Tuhan, ingatlah akan aku, ampuni dosaku, dan bila memang aku harus menjalani hukuman serta akibat, hadirlah bersama aku.” Mungkin itulah kurang lebih pembahasaannya.

Dua orang penjahat
Mendapatkan hukuman yang sama
Memiliki waktu sisa hidup yang hampir sama
Memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dengan Yesus
Tetapi memiliki hati yang berbeda

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sadar bahwa kita adalah orang yang berdosa?
Apakah kita mau “lari” dari hukuman serta akibat dari dosa yang kita lakukan dengan “menyuruh” Tuhan menunjukan mujizatnya?
Atau Apakah kita tetap bersedia menerima konsekwensi atas dosa-dosa kita tersebut dengan berharap bahwa Allah akan bersama ketika menjalani konsekwensinya?

“KITA HARUS SADAR BAHWA KITA ADALAH MANUSIA BERDOSA DAN BUTUH PERTOLONGAN YESUS”

—–Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”—–

– YESUS MELIHAT IMAN PERCAYA
– YESUS MELIHAT HATI SAAT INI DAN BUKAN MASA LALU
– YESUS MEMBERIKAN JANJI KESELAMATAN

Ini adalah respon Yesus kepada PENJAHAT 2 yang meminta diri-Nya agar mengingat orang ke dua tersebut. Setelah sebelumnya kita belajar dari bagaimana Yesus memberikan pengampunan serta mendoakan orang-orang yang berdosa, kita diberikan lagi informasi bagaimana Yesus kembali menunjukan kasih-Nya dengan berjanji kepada orang ke dua tersebut. Dalam kondisi fisik yang sangat-sangat sakit, Yesus melihat adanya perubahan hati dari PENJAHAT 2 tersebut, dan oleh karena itu Yesus memberikan janji kepada PENJAHAT 2 tersebut. Yesus memberikan suatu pernyataan kepada PENJAHAT 2 tersebut yang sudah memberikan pengakuan mengenai Yesus yang akan menjadi Sang Raja bahwa ia akan bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus.

Sebentar… Bersama Yesus? Di dalam Firdaus? Secepat itu? Semudah itu?
Dalam konteks cerita inilah kita bisa melihat implementasi dari suatu kasih karunia, seperti yang tertulis berikut ini…

—–Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.—–

Benar, bukan karena hasil usaha, bukan karena banyaknya perbuatan baik yang dilakukan selama hidup di dunia ini, tetapi karena ini pemberian Allah.

—–Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.-

—–Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.—–

—–Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.—–

Cerita ilustrasi:
Kasih karunia itu seperti saat kita memiliki uang Rp. 25.000,- dan ada mobil yang kita butuhkan dengan nilai Rp. 150.000.000,-. Kita tidak bisa membeli mobil tersebut dengan uang Rp. 25.000,- yang kita miliki, tetapi kemudian Tuhan datang dengan Rp. 150.000.000,- untuk membayar mobil tersebut agar dapat kita gunakan. Uang Rp. 25.000,- yang kita miliki kemudian digunakan untuk membeli pewangi mobil agar aroma di dalam mobil lebih harum. Apakah kita berhak untuk mengatakan bahwa mobil tersebut adalah hasil kerja keras kita?

MELALUI YESUSLAH KITA MENERIMA PENGAMPUNAN DARI ALLAH BAPA, ITU ADALAH KASIH KARUNIA-NYA, DAN BUKAN HASIL DARI PERBUATAN KITA

—–Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”—–

Hal menarik lainnya adalah bagaimana orang ke dua tersebut melihat Yesus menunjukan kasih-Nya dengan berdoa memohon kepada Allah untuk pengampunan dosa mereka. Melalui hal tersebut orang ke dua bisa mengenal siapa Yesus serta bagaimana kasih-Nya sehingga ia bisa berseru kepada Yesus “Yesus, ingatlah akan aku”.
Kita sebagai yang sudah diselamatkan, adalah tugas kita untuk bisa berbuat kasih sehingga akan banyak orang-orang yang berseru “Yesus, ingatlah akan aku”, percaya serta memberikan dirinya kepada Yesus.

—–Yohanes 13:34-35 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”—–

SEBAGAI ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN, KITA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK HIDUP DENGAN KASIH DAN DALAM KEBENARAN AGAR ORANG LAIN BISA MENGENAL YESUS KRISTUS DAN PERCAYA JUGA KEPADA-NYA

“Menjadi seorang Kristen”
Bukan MENGASIHI AGAR DIKASIHI tetapi DIKASIHI TUHAN UNTUK MENGASIHI SESAMA
Bukan MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI PERBUATAN BAIK tetapi MENDAPATKAN PENGAMPUNAN MELALUI KASIH KARUNIA ALLAH
Bukan MENGEKSKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN tetapi MENGINKLUSIFKAN DIRI SEBAGAI ORANG KRISTEN
Bukan MENUNJUKKAN DIRI SEBAGAI ORANG DENGAN IMAN PERCAYA PALING BENAR tetapi MENUNJUKAN BAHWAYESUSLAH KEBENARAN YANG MENJADI DASAR IMAN PERCAYA

Tuhan Yesus memberkati!

Scorpion (TV Series)


scorpion_intertitle

Mulai tertarik dengan film ini karena di deretan executive producersnya ada Alex Kurtzman dan Roberto Orci. Mungkin ngga banyak yang tau mereka itu siapa, tapi buat gw sendiri tandeman Alex Kurtzman dan Roberto Orci udah jadi semacam jaminan. Sebut aja Alias & Fringe di TV Series, Star Trek & Star Trek : Into Darkness, dan MI:III di layar lebar adalah hasil dari mereka berdua ditambah dengan J.J Abrams. Belum lagi kerja sama dengan Michael Bay di Transformer di dua seri awal dan juga tandem keduanya dengan Louis Leterrier di Now You See Me. Nah, seru-seru kan filmnya.

Nah sekarang keduanya hadir lagi dalam film Scorpion, film yang bercerita dengan kumpulan orang-orang jenius yang membantu Homeland untuk memecahkan problem-problem yang dihadapinya. Tim tersebut terdiri dari Walter O’Brien, seorang jenius yang di masa kecilnya berhasil meng-hack NASA untuk mendapatkan gambar yang akan ditempel menghias dinding kamarnya,  Toby Curtis, seorang psikiater yang mampu membaca kebiasaan dan gesture seseorang, Happy Quinn, seorang ahli mekanik mesin, Sylvester Dodd, seorang yang jago dalam perhitungan dan analisa, Cabe Gallo, seorang mantan marinir dan FBI yang sekarang bekerja dengan Homeland Security, dan Paige Dineen, seorang normal yang berfungsi sebagai penyeimbang serta jalur komunikasi dengan pihak luar yang juga memiliki anak yang jenius.

So far 1 season lebih, film ini cukup menghibur, case demi case yang dihandle cukup menarik, tetapi kalau dibandingkan dengan Alias dan Fringe sepertinya masih tertinggal cukup jauh dari ekspektasi gw. Mudah-mudahan aja di episode-episode yang akan datang akan muncul “bad guys” yang secara rutin hadir untuk meningkatkan tense dalam episode demi episode.

JONDA’S RATING : 4/5

 

Fantastic Beasts and Where to Find Them


fantastic_beasts_and_where_to_find_them_poster

Bukan fans garis keras Harry Potter, tapi menikmati episode demi episode Harry Potter layar lebar.

Gw baru tau film ini karena lagi pengen nonton aja sama istri gw.Coba browsing dan menemukan judul cukup menarik “Fantastic Beasts and …”, Film apa sih ini, kok bisa sampe tiga studio, bentar… Liat IMDB, wieewww… score 8.4 Sepertinya layak tonton nih, minta approval sekaligus ngajak istri, langsung cuss ke Bintaro Exchange. Rencana nonton di Bintaro Exchange jam 18.50 gagal, nyampe 10 menit sebelum mulai tinggal 2 baris di depan. Akhirnya mutusi untuk nonton yang 20.30. Untuk ukuran film layar lebar spin off dari Harry Potter dan J.K. Rowling, bioskop terhitung sepi, maksudnya di jam berikutnya masih dapet dua baris dari atas. Gw rasa cuma die hard fansnya Harry Potter aja yang ngeh film ini, lagian film ini juga kayaknya ngga terlalu banyak ngeluarin marketing cost.

Anyway, buat gw pribadi film ini memberikan nuansa baru dalam dunia penyihir, walaupun nuansa Harry Potternya masih kentel banget. Mulai dari movie titlenya keluar langsung keliatan kalau ini spin offnya.

Setting umurnya udah bukan anak kecil lagi, walaupun cukup safe untuk ditonton oleh anak kecil beranjak remaja dengan dampingan orang tua. J.K. Rowling nampaknya masih mau bermain di pembaca dan pengikut setia Harry Potter, karena karakter utamanya ya seumur Harry Potter yang sekarang. Menyenangkannya, terbuka kemungkinan untuk munculnya karakter Harry Potter tanpa harus terlalu sudah ngaduk-ngaduk timeline di dalamnya.

 

Film ini bercerita tentang Newt, seorang wizard dari Inggris yang datang ke America dengan suatu tujuan, ternyata dalam perjalanannya dihadapkan dengan beberapa problem. Newt yang menurut ukuran gw adalah wizard yang pendiem, sangat tidak berapi-api, mencoba membereskan problem tersebut satu per satu dengan ketenangannya. Karakter demi karakter diperkenalkan, protagonis dan antagonis…, walaupun agak2 mirip sih.. ada “Voldemortnya” ada yang agak-agak kayak “Snape”, dst. Untuk pemerannya gw bisa bilang castingnya keren, tapi harusnya ngga perlu pemain sekaliber Collin Farrell maupun Johnny Depp main di dalam film seperti ini.

Untuk detail-detail gambarnya bagus, kita bakal dibawain suatu bangunan seperti Hogwarts tepi konteksnya bukan sekolah melainkan tempat kerja. Setting kebanyakan di open space perkotaan, agak berbeda dengan Harry Potter. Efek-efek magic juga smooth, kurang lebih seperti Harry Potter.

Untuk flow cerita cukup mudah ditebak, tapi seperti biasa, pasti nilai-nilai yang bisa dipelajari. Oh iya, saran gw turunin ekspektasi elo melihat spell dahsyat di film ini, karena film ini lebih menekankan kepada hal-hal yang tidak berkaitan dengan kemampuan karakter utama memainkan tongkat ajaibnya.

Selamat menonton!!!

Movie – The Fundamentals of Caring


the_fundamentals_of_caring_poster

 

Setelah cukup lama ngga nonton film layar lebar akhirnya pilihan berikutnya dateng ke film di Netflix “The Fundamental of Caring”. Kenapa milih film ini, soalnya rating di Netflixnya tinggi. Hahaha… Gampang banget ya alasannya. Selain rating tinggi sebenarnya ada alasan lain yaitu adanya Paul Rudd sama Selena Gomez di deretan pemeran. Setelah gw coba liat-liat lagi di Wikipedia, ternyata produser dan sutradara film ini adalah Rob Burnett. Siapa itu Rob Burnett? Ternyata dia sempet jadi Executive Producer Lateshow with David Letterman, dan terlibat juga di serial Ed dan Everybody Loves Raymond.

Film drama ini bercerita tentang seorang caregiver, Ben (Paul Rudd) yang baru memulai bekerja setelah melalui pelatihan. Ben menjadi caregiver untuk Trevor (Craig Roberts) seorang remaja/pemuda 18 tahun, yang mengidap Duchenne Muscular Dystrophy (Distrofi Otot Duchenne),  penyakit yang menjangkiti 1 dari 3.600 anak laki-laki yang menyebabkan degenerasi otot dan kematian. Trevor tidak bisa bergerak dan berdiri sendiri, jadi kesehariannya hanya dihabiskan di atas kursi rodanya saja dengan menonton. Elsa, ibu Trevor tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai bank manager, sehingga memutuskan untuk menyerahkan tanggung jawab di rumahnya kepada Ben.

Trevor bukan pemuda biasa, sering sekali sifat iseng dari dalam dirinya diluapkan kepada orang-orang di sekitarnya, terutama Ben yang baru saja bekerja. Berjalan dengan waktu Ben mulai mengenal Trevor lebih baik lagi. Salah satu yang diketahuinya adalah ketertarikan Trevor untuk dunia luar, yang menjadi dasar bagi Ben untuk mendorong Trevor untuk melakukan perjalanan luar kota ke lokasi yang diimpikannya.

Sisa film ini bercerita tentang perjalanan tersebut, bagaimana akhirnya mereka berdua bertemu dengan Dot (Selena Gomez) dan Peaches di perjalanan dan mengajak mereka berdua untuk ikut serta dalam perjalanan tersebut. Selain itu, perlahan cerita masa lalu Ben juga mulai terungkap, termasuk kenapa akhirnya merubah profesinya dari seorang penulis menjadi caregiver.

Overall menurut gw film ini bagus. Jalan cerita yang cukup simple, gampang dimengerti dan memiliki kedalaman peran dari masing-masing karakter.Pesan dari film ini untuk terus hidup berjuang dan berani mengambil tantangan baru juga dengan baik tersampaikan.

Well, just enjoy it then.